Gaji Karyawan Meroket, Sterling Ikut Meninggi

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling melesat 0.50 persen terhadap Dolar AS ke level 1.3219 pada perdagangan hari Selasa ini (16/Oktober), setelah data ketenagakerjaan menunjukkan kenaikan gaji di Inggris yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi dan tingkat pengangguran tetap di level terendah. Pounds juga unggul versus Euro, dengan EUR/GBP menurun 0.45 persen ke 0.8762. Namun negosiasi Brexit antara Uni Eropa dan Inggris masih belum menunjukkan titik terang.

Gaji Karyawan Meroket Sterling Ikut Meninggi

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa pertumbuhan gaji di Inggris terakselerasi dalam bulan Agustus lalu, dengan laju tertinggi dalam nyaris satu dekade terakhir. Pendapatan rata-rata tanpa bonus (Average Earnings ex Bonus) meningkat 3.1 persen secara Year-on-Year; lebih tinggi dari ekspektasi awal yang dipatok sama dengan periode sebelumnya pada 2.9 persen. Sementara itu, pendapatan rata-rata plus bonus juga naik 2.7 persen dalam periode Agustus.

“Gaji bulanan reguler tumbuh dengan laju terkuat dalam nyaris satu dekade, tetapi dikarenakan (tingginya) inflasi, pertumbuhannya lebih samar. Jumlah orang bekerja masih dekat level tertinggi, sedangkan tingkat pengangguran berada pada level terendah sejak tahun 1970-an,” ujar pimpinan pasar tenaga kerja ONS, David Freeman.

Baca Juga:   Harga Emas Naik Seiring Krisis Argentina Memburuk

Dalam paket data yang dirilis ONS hari ini, jumlah klaim pengangguran (Claimant Count Change) bulan September meningkat dari 14.2k menjadi 18.5k; padahal sebelumnya diharapkan turun ke 4.5k saja. Meski demikian, tingkat pengangguran stagnan pada level 4 persen, sesuai dengan ekspektasi.

Di sisi lain, pelaku pasar masih menantikan hasil dari negosiasi mengenai hubungan perdagangan antara Uni Eropa dan Inggris pasca Brexit. Menjelang diselenggarakannya pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pekan ini, semua mata masih berfokus pada isu-isu krusial yang belum juga mencapai solusi, khususnya permasalahan perbatasan Irlandia. Sebelumnya, di awal pekan, Sterling sempat tertekan akibat komentar kontroversial yang dilontarkan menteri luar negeri Boris Johnson dalam kolomnya di koran minggu. Katanya, Inggris harus berdiri teguh melawan para perundung di Uni Eropa. Padahal, Boris Johnson merupakan politisi pentolan partai Konservatif Inggris yang paling dijagokan untuk menggantikan Perdana Menteri Theresa May setelah masa jabatannya usai.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply