GBP Digerogoti Kekhawatiran Seputar Pemilu Inggris Bulan Ini

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan sideways sekitar level 1.2930 pada awal sesi New York hari ini (2/12) di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap proyeksi hasil Pemilu Inggris dua pekan mendatang. Poundsterling juga terkoreksi cukup dalam versus Euro, karena peningkatan dukungan bagi partai oposisi dikhawatirkan bakal mempersulit upaya mencapai kesepakatan brexit sesuai deadline tahun depan.

GBP Digerogoti Kekhawatiran Seputar Pemilu Inggris Bulan Ini

Sedikitnya sepuluh perusahaan survei telah merilis hasil polling Pemilu Inggris terbaru. Sebanyak sembilan diantaranya menunjukkan bahwa partai Labour yang menggawangi oposisi Inggris telah menimba kenaikan dukungan antara 2 persen hingga 6 persen. Di sisi lain, perolehan dukungan petahana partai Konservatif justru melempem. Masih ada beberapa polling yang mencatat kenaikan dukungan bagi partai Konservatif, tetapi beberapa yang lain malah mengendus indikasi penurunan dukungan hingga 2 persen.

Dinamika ini terjadi setelah pimpinan Labour, Jeremy Corbyn, menuding PM Boris Johnson akan menjual jaringan layanan kesehatan nasional Inggris kepada AS pasca brexit. Para pemantau pasar pun kian khawatir kalau-kalau hasil pemilu kali ini bakal sama dengan Pemilu Inggris 2017, yakni parlemen menggantung. Apabila itu terjadi, maka partai Konservatif akan kesulitan mengesahkan kesepakatan brexit di parlemen tepat waktu sesuai deadline 31 Januari 2020.

Baca Juga:   Dollar VS Lawannya Lebih Rendah Setelah Data Zona Euro Yang Positif

“Jika partai Konservatif memenangkan pemilu, outlook Inggris semestinya terstabilkan. Sterling dan ekuitas yang berfokus dalam negeri bisa meningkat dalam skenario tersebut, sehingga nilai tukar yang lebih kuat, peningkatan belanja konsumen, dan peningkatan aktivitas domestik akan mendukung industri seperti ritel, real estate, keuangan, dan penerbangan,” ujar analis dari bank swasta Swiss, Union Bancaire PrivĂ©e (UBP), dalam catatan outlook tahun depan mereka.

Menurut forecast bank investasi CBI, perekonomian Inggris akan melaju 1.8 persen pada tahun 2021 jika dampak brexit memudar; sedikit lebih tinggi dibandingkan 1.3 persen tahun ini maupun 1.2 persen dalam proyeksi tahun 2020. Akan tetapi, skenario itu kemungkinan hanya akan terealisasi apabila partai Konservatif menang. Dalam situasi di mana partai Labour menang, maka pemerintah Inggris kemungkinan menggelar referendum brexit dan referendum kemerdekaan Skotlandia kedua, sehingga memperpanjang ketidakpastian hingga jauh melampaui tahun 2021.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply