GBP Menguat Pesat Di Tengah Gejolak Politik Inggris

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menguat pesat dalam perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (16/8), sehubungan dengan berita bahwa para politisi Inggris sedang menggalang kekuatan untuk menjatuhkan PM Boris Johnson. Pasangan mata uang GBP/USD melonjak hingga lebih dari 0.5 persen ke kisaran 1.2156, sementara EUR/GBP merosot hingga lebih dari 0.8 persen ke kisaran 0.9115.

GBP Menguat Pesat Di Tengah Gejolak Politik Inggris

PM Boris Johnson dikenal karena arah kebijakan brexit yang terlalu agresif dan kontra Uni Eropa. Sikapnya telah memicu kenaikan probabilitas “No-Deal Brexit”, mendepresiasi Poundsterling, dan memancing ketidakpuasan di kalangan elite politik Inggris. Oleh karenanya, pelaku pasar merespons positif upaya para politisi Inggris untuk menghambat pemerintahannya dengan ekspektasi dapat menghindarkan terjadinya “No-Deal Brexit” pula.

Pekan lalu, pimpinan partai Labour, Jeremy Corbyn, mulai menggalang kekuatan untuk mengajukan mosi tak percaya guna melengserkan Johnson dari kursi perdana menteri. Setelah Johnson lengser, ia berencana untuk menyusun sebuah pemerintahan lintas partai sementara guna mengajukan pengunduran deadline brexit kepada Uni Eropa.

Ajakan Corbyn awalnya ditolak oleh partai terbesar ketiga Inggris, Liberal Demokrat. Akan tetapi, berita hari ini menyebutkan bahwa sejumlah elite partai yang lebih kecil menanggapinya dengan positif, karena dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk mengeliminasi ancaman “No-Deal Brexit”. Tak ayal, kabar tersebut mendongrak probabilitas pemilu dalam tahun ini.

Baca Juga:   Inflasi Dukung Kenaikan Suku Bunga Inggris, Reli Pounds Ditahan Brexit

Jordan Rochester dari Nomura mengatakan, “Sebagian pihak barangkali menganggap pemilu sangat sukar diprediksi dan Pound akan jatuh karenanya. Akan tetapi, demikian pula, sebagian pihak lain mungkin memandang pemilu sebagai katalis bagi perubahan positif dalam arah semua hal yang terkait dengan brexit.”

Sementara itu, analis lain merujuk posisi Pound yang terlalu undervalued sebagai latar belakang rebound saat ini. Sebagaimana diungkapkan oleh Marc-AndrĂ© Fongern dari MAF Global Forex, “Masa reses musim panas tak bergejolak seperti perkiraan, dengan Boris Johnson dan kawan-kawan terus menerus meneguhkan kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa deal. Namun, pada prinsipnya, kami masih bekerja dengan asumsi bahwa skenario ‘No-Deal’ pada akhirnya akan dihindari, dikarenakan dampak dahsyat-nya bagi Inggris dan Uni Eropa. Sterling saat ini sangat undervalued, khususnya terhadap Euro.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply