GBP Menguat Pesat Karena Rumor Kompromi Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

PM Boris Johnson dikabarkan siap melakukan sebuah kompromi penting guna menyelesaikan masalah perbatasan Irlandia dan mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa. Kabar tersebut mendorong Sterling menguat terhadap semua mata uang mayor lain, walaupun sejumlah analis mewanti-wanti bahwa kesepakatan brexit masih jauh dari tercapai.

Saat berita ditulis, GBP/USD telah meroket lebih dari 1 persen di kisaran 1.2466. Pasangan mata uang GBP/JPY juga melonjak dalam kisaran yang sama hingga mencapai 134.80, level tertinggi sejak Juli. Sedangkan EUR/GBP merosot sekitar 0.1 persen ke kisaran 0.8880.

GBP Menguat Pesat Karena Rumor Kompromi Brexit

Menurut kabar media yang disebarkan oleg The Telegraph dan The Times, PM Boris Johnson akan bersedia menyetujui pemberlakukan peraturan berbeda antara Inggris dan Irlandia Utara. Aturan yang berlaku di Irlandia Utara akan disetarakan dengan aturan Uni Eropa tentang pangan, agri, dan perdagangan barang.

Dengan kompromi tersebut, perbatasan antara Republik Irlandia dan Irlandia Utara tak memerlukan perbatasan fisik maupun solusi backstop. Pimpinan partai DUP yang berbasis di Irlandia Utara, konon juga menyepakati solusi ini.

Baca Juga:   Trump Langgar Gencatan AS-China, Yen Meroket

Kabar angin itu terdengar ciamik, sehingga mendorong penguatan Poundsterling. Akan tetapi, realitanya tak seindah itu. Pimpinan partai DUP, Arlene Foster, justru membantah berita tersebut sebagai omong kosong. Menurut Foster, rencana itu bakal membuat Irlandia Utara memberlakukan aturan berbeda dengan bagian Inggris yang lain, sehingga malah menciptakan “perbatasan” domestik.

Para analis pun memeringatkan risiko pembalikan arah Poundsterling, apabila berita itu terbukti gagal direalisasikan. Pasalnya, semua pendapat masih sekedar rumor.

“Inggris masih bergumul dengan ketidakpastian politik terkait brexit yang sangat besar, karena faksi-faksi plitik yang berbeda menyarankan visi yang berbeda untuk masa depan Inggris. Jalur jangka panjang Sterling terbelit seiring antisipasi solusi brexit,” kata Daniel Been, pimpinan pakar strategi forex di ANZ.

Ned Rumpeltin dari TD Securities menyampaikan pendapat senada. Katanya, “Setelah suspensi parlemen, kemelut brexit sekarang memasuki fase baru, sebuah fase yang boleh jadi diwarnai berita yang negatif untuk GBP dari para menteri pemerintahan. Hasilnya, rebound moderat Sterling selama beberapa hari ini kemungkinan sebentar lagi berakhir, karena kabar baik tentang parlemen yang menghapus No-Deal Brexit sepertinya telah sepenuhnya diperhitungkan (oleh trader GBP).”

Baca Juga:   Saham BUKK SELASA 15/05/2018 ( BERITA SAHAM )

Rumpeltin menyarankan trader untuk mengintai peluang sell-on-rally pada Poundsterling daripada mengikuti reli bullish saat ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply