GBP/USD Abaikan Kenaikan GDP Inggris, Tunggu Kabar Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD hanya menanjak 0.2 persen ke kisaran 1.3075 pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (10/4). Walaupun rilis data GDP Inggris bulan Februari 2019 menunjukkan kenaikan yang cukup solid, tetapi pelaku pasar masih menantikan perkembangan terbaru mengenai negosiasi Inggris dalam rencananya untuk keluar dari Uni Eropa (brexit). Poundsterling juga tetap sideways terhadap Euro, walaupun pair GBP/JPY menguat 0.25 persen ke level 145.38.

GBP/USD Abaikan Kenaikan GDP Inggris

Menurut laporan badan statistik Inggris, perekonomian Inggris berhasil mencatat pertumbuhan 0.2 persen (Month-over-Month) pada bulan kedua tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 0.5 persen pada bulan pertama, tetapi jauh lebih tinggi ketimbang estimasi yang dipatok pada 0.2 persen saja.

Data tersebut juga sukses mendongkrak laju Gross Domestic Product (GDP) tahunan dari 1.5 persen menjadi 2.0 persen, meskipun ekspektasi pertumbuhan ekonomi kuartalan tetap 0.3 persen. Namun, pelaku pasar cenderung mengabaikannya.

Martin Essex dari DailyFX mencatat, “Data (kali ini) mengindikasikan bahwa ketidakpastian brexit hanya sedikit membebani GDP Inggris. Tetapi, untuk para trader GBP, penggerak harga GBP utama dalam jangka pendek merupakan hasil diskusi hari ini antara Inggris dan Uni Eropa mengenai kemungkinan penundaan brexit.”

Baca Juga:   USD / JPY lebih Tinggi Pada Pernyataan Fed

Sebagaimana diketahui, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mengirim permohonan untuk mengundurkan deadline brexit menjadi 30 Juni. Namun, banyak pihak memperkirakan kalau Uni Eropa bakal memaksanya untuk mengajukan pengunduran dalam jangka waktu lebih lama, antara sembilan hingga dua belas bulan ke depan. Apabila itu terjadi, maka perekonomian Inggris akan berkubang dalam ketidakpastian untuk lebih lama lagi.

Lebih lanjut, Essex menerangkan, “Bagi trader GBP, pertanyaan kuncinya adalah apakah GBP/USD akan tembus keluar dari kisaran pergerakan sempitnya saat ini antara tepat di bawah 1.30 hingga sedikit di atas 1.31, tetapi sekarang hanya ada sedikit sinyal pergerakan kuat ke arah mana pun. Sedangkan mengenai data ekonomi Inggris terbaru, juga menampilkan kenaikan lebih baik dari ekspektasi dalam produksi industri, output manufaktur, dan konstruksi. Namun, defisit perdagangan lebih buruk dibandingkan prediksi ekonom. Laju pertumbuhan GDP (tahunan) yang tertinggi sejak November 2017 boleh jadi dikarenakan penimbunan menjelang brexit.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply