GBP/USD Melemah Pasca Rilis Data Sektor Konstruksi Inggris

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD mencatat pelemahan harian sebesar 0.3 persen pada kisaran 1.3063, walaupun data Purchasing Managers Index (PMI) sektor konstruksi Inggris mengalami perbaikan. Poundsterling masih menguat sekitar 0.1 persen versus Euro, tetapi pasangan GBP/JPY merosot 0.3 persen ke kisaran 145.42. Pasalnya, mata uang Inggris ini masih terjebak dalam ketidakpastian brexit yang makin lama makin ruwet.

GBP/USD Melemah Pasca Rilis Data Sektor Konstruksi Inggris

Menurut laporan lembaga Chartered Institute of Procurement and Supply (CIPS), data PMI Konstruksi Inggris membaik dari 49.5 menjadi 49.7 untuk periode riset bulan Maret 2019, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 49.8. Meski demikian, angka indeks di bawah 50 menandakan bahwa sektor ini masih mengalami perlambatan akibat ketidakpastian brexit.

Lebih buruk lagi, prospek sektor ini dalam beberapa bulan ke depan pun cukup suram. Duncan Brock dari CIPS mengutarakan bahwa data sektor konstruksi bulan depan mungkin tetap dibayangi lemahnya perekonomian Inggris, tingginya volatilitas Poundsterling, serta meningkatnya persaingan untuk memperoleh order baru.

Mark Robinson dari Scape Group menuding pengunduran diri menteri pro-Uni Eropa Richard Harrington sebagai penyebab makin buruknya prospek sektor ini. Katanya, “Sejak pengunduran diri Richard Harrington pekan lalu, sektor konstruksi kehilangan figur menteri yang bisa memperjuangkannya… Kita membutuhkan menteri konstruksi yang siap bertarung bagi hasil yang terbaik dalam industri ini, terlepas dari seperti apa wujud brexit (kelak), sehingga negeri ini bisa bangkit kembali setelah keluar (dari Uni Eropa).”

Baca Juga:   Keuntungan Euro Diperiksa Sebagai Prospek Pelanggaran ECB

Tekanan dalam sektor konstruksi ini meningkatkan beban atas Poundsterling, terutama karena parlemen Inggris belum mencapai mufakat mengenai brexit seperti apa yang akan disetujuinya. Padahal, Uni Eropa hanya memberi Inggris waktu hingga 12 April untuk memutuskan apakah akan memilih “No-Deal Brexit” atau menunda brexit hingga jangka waktu sangat lama.

Michael Brown dari Caxton FX memperingatkan, “Sterling kemungkinan bertahan dalam kisarannya saat ini, kemungkinan dengan disertai tekanan ke bawah, hingga sebuah tindakan nyata diambil untuk keluar dari kebuntuan ini, suatu hal yang makin mungkin terjadi seiring mendekatnya deadline 12 April. (Tindakan nyata) ini bisa muncul dalam bentuk pemilihan umum, persetujuan suatu kesepakatan tertentu, atau legislasi untuk mencegah ‘No-Deal Brexit’.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply