GBP/USD Melesat Berkat Depresiasi Greenback dan PMI Konstruksi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD melonjak drastis hingga lebih dari 0.4 persen dan menembus ambang 1.3000 dalam perdagangan hari ini (3/12). Penguatan Pound didukung oleh depresiasi Dolar AS dan perbaikan data industri konstruksi Inggris, tetapi masih dibayangi oleh instabilitas politik menjelang Pemilu Inggris tanggal 12 Desember 2019 mendatang.

GBPUSD Melesat Berkat Depresiasi Greenback dan PMI Konstruksi

Sentimen pasar hari ini cenderung anti-Greenback, karena Amerika Serikat lagi-lagi memicu konflik dagang dengan sejumlah negara lain. Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, menyatakan bahwa tarif impor untuk beberapa produk China akan dinaikkan pada tanggal 15 Desember jika kesepakatan dagang tak tercapai hingga saat itu. Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan tarif impor baru untuk logam dari Brazil dan Argentina, dengan alasan kedua negara itu melaksanakan devaluasi mata uang yang merugikan para petani AS.

Ulah Amerika Serikat ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. Dalam perdagangan hari ini, posisi USD memang menguat terhadap Yuan China, tetapi malah melemah terhadap semua mata uang mayor lain, termasuk Euro, Pound, dan Yen Jepang. Real Brazil juga sukses menguat terhadap Dolar AS, sementara Peso Argentina bertahan dalam kisaran yang telah dihuni sejak akhir bulan lalu.

Baca Juga:   Indeks Dolar AS Stagnan Di Tengah Shutdown Berkepanjangan

Dari dalam negeri Inggris, IHS Markit melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) menanjak dari 44.2 menjadi 45.5. Prestasi tersebut jauh lebih baik ketimbang estimasi pasar yang dipatok pada 44.5 saja. Outlook industri tahun depan juga mengisyaratkan pemulihan, meskipun skor PMI saat ini masih kontraksi di bawah ambang 50.

“Sektor konstruksi semestinya mendapatkan manfaat dari pertumbuhan yang lebih kuat dalam investasi neto sektor publik pada tahun fiskal yang dimulai April (2020), tak peduli partai mana yang memenangkan pemilu. Selain itu, kejatuhan bunga hipotek baru-baru ini juga semestinya mulai menstimulasi investasi perumahan swasta tahun depan,” ujar Samuel Tombs, pimpinan ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics.

Terlepas dari itu, isu Pemilu Inggris masih menjadi sorotan utama pelaku pasar. Investor dan trader perlu memastikan partai mana yang bakal mendominasi parlemen Inggris dan menentukan arah penyelesaikan kemelut brexit tahun depan. Tanpa kepastian tersebut, reli Poundsterling akan terus bersifat terbatas dan rentan terkoreksi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply