GBP/USD Naik, PM May Remehkan Bahaya Gagalnya Negosiasi Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling mencapai level paling dalam 11 bulan versus Euro pada kisaran 0.9070, tetapi GBP/USD justru menguat 0.16 persen ke level 1.2912 pada perdagangan hari Selasa (28/Agustus). Pelaku pasar berfokus pada komentar Perdana Menteri Inggris, Theresa May, yang meremehkan kemungkinan gagalnya negosiasi dengan Uni Eropa mengenai peraturan perdagangan antar kawasan setelah Inggris meninggalkan ikatan kesatuan sosial-ekonomi-politik terbesar di dunia tersebut.

GBPUSD Naik, PM Remehkan Bahaya Gagalnya Negosiasi Brexit

Saat berbicara dengan reporter dalam penerbangan menuju Afrika Selatan, PM May berulang kali mengutip pernyataan pimpinan World Trade Organization (WTO), Roberto Azevedo, bahwa aktivitas perdagangan antar kawasan tidak akan terhenti meskipun Uni Eropa dan Inggris gagal mencapai kesepakatan. Lebih dari itu, PM May secara eksplisit menyatakan, Inggris masih bisa mensukseskan Brexit walau harus keluar dari Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan dagang tertentu.

“Dia (Roberto Azevedo) mengatakan bahwa situasi tak tercapainya kesepakatan takkan mudah dihadapi, tetapi tidak berarti kiamat,” ungkap PM May dengan blak-blakan, “(Dan) sejak awal saya mengatakan bahwa tak ada kesepakatan itu lebih baik daripada (tercapai) kesepakatan yang buruk.”

Baca Juga:   EUR / USD Bergerak Lebih Rendah Setelah Laporan PPI AS

Dalam perdagangan EUR/GBP di pasar finansial, Pounds terus menerus ditekan Euro karena investor dan trader makin khawatir kalau-kalau akan terjadi krisis yang menghimpit perusahaan-perusahaan Inggris lantaran tak bisa mencapai kata sepakat dengan Uni Eropa. Namun, menurut Theresa May, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menghadapi situasi semacam itu. Oleh karenanya, pasar tak perlu mengkhawatirkan kemungkinan kegagalan negosiasi secara berlebihan.

Dari perspektif teknikal, analis Viraj Patel dari ING Bank NV mengatakan, “Menurut kami, GBP/USD pada level 1.27 (dan EUR/GBP pada 0.91) merefleksikan negativitas Brexit dan cukup stabil untuk GBP yang volatile.”

Terkait dengan negosiasi Brexit, berikutnya sorotan pelaku pasar akan berfokus ke Brussels, tempat berlangsungnya perundingan antara Menteri Urusan Brexit Dominic Raab dan pimpinan negosiator Uni Eropa Michel Barnier. “Sejumlah investor boleh mendapatkan ketenangan dari konferensi pers Raab-Barnier dalam sepekan terakhir, khususnya karena jelas bahwa Uni Eropa tidak berkeinginan untuk menggagalkan Brexit secara aktif,” ujar Patel, sebagaimana dikutip oleh PoundsterlingLive.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply