GBP/USD Tumbang Menjelang Pertemuan Johnson-Juncker

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot drastis versus Yen Jepang dan Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa (16/9), setelah PM Boris Johnson memaparkan pandangan ekstrim lagi mengenai brexit. Saat berita ditulis, GBP/USD berada dalam posisi menurun 0.4 persen di kisaran 1.2452, sedangkan GBP/JPY terpuruk lebih dari 0.5 persen dekat kisaran 134.33. Pergerakan Poundsterling selanjutnya akan dipengaruhi oleh hasil pertemuan PM Johnson dan seorang pejabat tinggi Uni Eropa.

GBPUSD Tumbang Menjelang Pertemuan Johnson-Juncker

Akhir pekan lalu, Poundsterling sempat melonjak pesat karena beredar kabar di media massa Inggris bahwa PM Boris Johnson siap memperlunak sikapnya dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa mengenai perbatasan Irlandia pasca brexit. Namun, catatannya di media The Telegraph justru mementahkan rumor tersebut.

Secara tegas, PM Johnson tetap menolak untuk menunda brexit sesuai dengan kehendak parlemen Inggris, walaupun terancam dituding melanggar hukum. Ia bersikukuh akan mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada deadline tanggal 31 Oktober, tak peduli apakah sebuah kesepakatan telah tercapai antara Inggris dan Uni Eropa atau tidak.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 22/11/2018 - YANAPRIMA HASTAPERSADA RAIH PINJAMAN Rp50 MILIAR

Pernyataan Johnson itu disampaikan menjelang schedule pertemuan dengan Presiden European Commission, Jean-Claude Juncker, hari ini di Luxemburg. Akibatnya, keyakinan pasar langsung goyah dan Pound melemah terhadap beragam mata uang lain. Namun, sebagian pelaku pasar memilih memegang teguh keyakinan bahwa pemerintah Inggris pada akhirnya akan menandatangani kesepakatan apapun yang disodorkan oleh Uni Eropa demi menepati deadline brexit 31 Oktober mendatang.

Lee Hardman, analis dari MUFG, mengatakan, “Pound sekarang telah bertemu resistance teknikal yang lebih kuat antara 1.2500 dan 1.2600 untuk Cable, tempat berlokasinya level tertinggi bulan Juli; dan support berada tepat di bawah 0.8550 untuk EUR/GBP berdasarkan Moving Average 200-day. Hal ini tentunya membuat kenaikan jangka pendek lebih lanjut menjadi lebih menantang bagi pound, setelah rebound tajamnya baru-baru ini.”

Ia menambahkan, “Pound terus mendapatkan dukungan dari optimisme yang kian membubung mengenai prospek tercapainya kesepakatan brexit pada detik-detik terakhir, bersumber dari laporan bahwa pemerintah Inggris sedang mengerjakan sebuah solusi backstop yang khusus untuk Irlandia Utara guna meredakan kekhawatiran tentang perbatasan fisik.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply