GDP AS Melaju Lebih Lambat, Reli USD Tetap Berlanjut

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan pada kisaran 97.20 pada awal sesi New York hari Kamis ini (28/3), walaupun laju pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) Kuartal IV/2018 dirilis lebih lambat dibandingkan ekspektasi awal. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sepanjang tahun 2018 gagal mencapai target 3 persen yang diinginkan oleh Presiden Donald Trump, tetapi mencatat performa terbaik sejak tahun 2015.

GDP AS Melaju Lebih Lambat,

Pelaporan final GDP Amerika Serikat oleh US Commerce Department menunjukkan peningkatan dengan laju tahunan sebesar 2.2 persen dalam kuartal IV/2018, lebih rendah dibandingkan pencapaian 2.6 persen yang muncul dari perhitungan sebelumnya. Revisi ini merefleksikan penurunan belanja konsumen dan perusahaan, berikut realisasi belanja pemerintah dan investasi konstruksi yang lebih rendah.

Sepanjang tahun 2018, perekonomian AS bertumbuh 2.9 persen, sama dengan hasil perhitungan sebelumnya. Namun, pertumbuhan 2.9 persen sepanjang 2018 ini merupakan laju tertinggi sejak tahun 2015, dan merupakan akselerasi dari laju pertumbuhan 2.2 persen yang tercapai pada tahun 2017.

Sementara itu, profit korporasi AS juga melemah pada kuartal IV/2018. Penyebabnya beragam, mulai dari memudarnya dampak stimulus fiskal senilai USD1.5 Triliun yang digelontorkan Trump pada awal masa jabatannya, tren perlambatan ekonomi dunia, serta konflik perdagangan dengan China. Semua ini mengonfirmasi keputusan bank sentral AS (Federal Reserve) pekan lalu untuk menghentikan rencana kenaikan suku bunga dalam tahun 2019.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 12/06/2019 MENKEU: EKONOMI INDONESIA MASIH KUAT DITENGAH TEKANAN GLOBAL

Terlepas dari itu, neraca perdagangan AS mensinyalkan pemulihan. Walaupun belanja konsumen dan perusahaan mengalami penurunan, tetapi hal itu justru mengakibatkan berkurnagnya impor. Di sisi lain, ekspor AS meningkat dan defisit dagangnya berkurang. Pertumbuhan ekspor berhasil mencapai 1.8 persen, lebih tinggi dibandingkan 1.6 persen yang terekam dalam perhitungan sebelumnya.

Secara keseluruhan, laporan GDP Final ini cenderung beragam. Walaupun terjadi perlambatan secara nyata, tetapi tak sampai menghapus momentum pertumbuhan ekonomi negeri Paman Sam. Hal ini berlawanan dengan situasi Zona Euro yang beberapa negara anggotanya masih terancam resesi. Sejalan dengan itu, pasangan mata uang EUR/USD menurun sekitar 0.22 persen ke level terendah sejak 8 Maret lalu. GBP/USD bahkan meroket hampir 1 persen ke kisaran 1.3080, karena kondisi ekonomi AS jelas lebih sehat daripada Inggris yang masih dibelit ketidakpastian brexit.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply