GDP Inggris Unggul, Pound Masih Dibayangi Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD sempat melonjak lebih dari 0.4 persen ke rekor tertinggi 1.2265 pada pertengahan sesi Eropa, setelah rilis data GDP Inggris yang mengungguli estimasi awal. Akan tetapi, posisi Pound surut kembali ke kisaran 1.2238, karena negosiasi brexit belum menunjukkan perkembangan signifikan. Pound juga masih melemah terhadap Euro, dengan posisi EUR/GBP menanjak 0.3 persen ke kisaran 0.9013.

Pound Masih Dibebani Brexit

Menurut kantor statistik nasional Inggris, laju pertumbuhan GDP Inggris menurun 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus 2019. Meski demikian, laju GDP meningkat 0.3 persen secara Quarter-over-Quarter, melampaui estimasi awal yang sebesar 0.1 persen. Pertumbuhan GDP tahunan juga bertahan pada laju 1.1 persen (Year-on-Year), walaupun sebelumnya diperkirakan akan melambat ke 0.9 persen.

“Sementara GDP jatuh sebanyak 0.1 persen (m/m) di bulan Agustus sesuai estimasi kami (konsensus 0.0 persen), fakta bahwa pertumbuhan bulan Juli direvisi naik dari 0.3 persen m/m menjadi 0.4 m/m berarti bahwa ketakutan tentang resesi ekonomi telah dihalau. Faktanya, data GDP Agustus mengisyaratkan perekonomian bisa jadi tumbuh sebesar 0.4 persen q/q pada kuartal III/2019, meningkat dari estimasi kami sebelumnya yang sebesar 0.3 persen q/q,” kata Andrew Wishart dari Capital Economics.

Baca Juga:   Harga Minyak Naik Karena Stok Minyak Mentah AS Meningkat 3,5 Tahun Terendah

Data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur yang dipublikasikan nyaris serentak dengan laporan GDP ini menunjukkan rekor mengecewakan. Akan tetapi, pasar berfokus pada laporan GDP yang memudarkan risiko resesi. Bagi sebagian analis, pertumbuhan ekonomi Inggris yang tetap kokoh telah mengikis urgensi perubahan suku bunga BoE dalam waktu dekat.

Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics mengatakan, “Pembaruan (data GDP Inggris) menunjukkan performa ekonomi belakangan ini dengan lebih baik, mengurangi alasan bagi MPC (BoE) untuk bertindak cepat dan memangkas suku bunga sebelum arah brexit diketahui”.

Sebagian analis lain menilai pemulihan tipis GDP Inggris tak sepenuhnya menghapus prospek pemangkasan suku bunga BoE. Apalagi jika negosiasi brexit berlangsung berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Ada alasan untuk berpikir bahwa PMI untuk semua sektor, yang menunjukkan bahwa perekonomian akan mengalami kontraksi sekitar 0.1 persen q/q, dibebani oleh sentimen,” kata Wishart,” Tetapi gambaran besarnya, risiko No-Deal Brexit setiap beberapa bulan ini membebani investas dan belanja konsumen. Inilah mengapa baru-baru ini kami merevisi (estimasi) pertumbuhan GDP dalam forecast penundaan brexit berulang kali dari 1.5 persen menjadi 1.0 persen untuk tahun depan. Hal ini bisa jadi cukup memadai untuk mendorong Bank of England (BoE) memangkas suku bunga.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply