Goldman Sachs Proyeksikan Pounds Akan Menguat Dalam Tiga Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling terpantau tergelincir 0.21 persen versus DOlar AS pada level 1.2750 pada sesi Eropa hari Selasa ini (8/1) menyambut akan dimulainya kembali perdebatan mengenai Brexit di Parlemen Inggris pekan ini. Pounds juga cenderung flat terhadap Euro di kisaran 0.8977. Namun demikian, para pakar mata uang di bank kawakan Goldman Sachs memperkirakan kalau Poundsterling akan menguat versus Euro dalam tiga bulan ke depan.

Goldman Sachs Proyeksikan Pounds Akan Menguat Dalam Tiga Bulan

Prediksi Goldman Sachs mengenai penguatan Poundsterling terutama bersumber dari keyakinan bahwa para politisi Inggris akan menghindari “No-Deal Brexit”, sehingga Parlemen bakal menyetujui suatu kesepakatan tertentu dengan Uni Eropa dalam beberapa pekan ke depan, sebelum deadline 29 Maret tiba.

Sebagaimana diketahui, kesepakatan yang telah dicapai antara Perdana Menteri Theresa May dan Uni Eropa terancam ditolak oleh parlemen Inggris pada bulan Desember, karena diproyeksikan tak memiliki cukup suara untuk memenangkan voting. Menanggapi hal itu, PM May memutuskan untuk membatalkan rencana voting dan kembali bernegosiasi dengan Uni Eropa guna mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dan didukung oleh Parlemen.

Baca Juga:   Euro Menyentuh Level Terendah 1-Minggu Vs Dolar Yang Lebih Kuat

Setelah pembatalan voting pertama, parlemen menjadwalkan voting kembali tanggal 14 Januari. Namun, hingga kini masih belum diketahui perubahan apa dalam kesepakatan itu yang akan dicapai antara PM May dan Uni Eropa. Jika tak ada pembaruan, maka kesepakatan yang sudah ada bisa ditolak parlemen dan Inggris terpaksa keluar dari Uni Eropa tanpa deal apapun.

“Kami terus memperkirakan bahwa kesepakatan saat ini akan lolos dalam suatu bentuk tertentu, karena peningkatan ancaman dampak (No-Deal Brexit) mendorong para anggota parlemen yang ragu-ragu untuk menyetujuinya,” ujar Zach Pandl dari Goldman Sachs. Lanjutnya lagi, “Jika kesepakatan gagal (dalam voting Parlemen) di awal Januari, urutan proyeksi kami masih menetapkan bahwa referendum kedua lebih mungkin (terjadi) ketimbang skenario No-Deal.”

Probabilitas akan digelarnya referendum kedua mengenai Brexit telah meningkat sejak Desember dan masuk dalam proyeksi beberapa analis lain. Namun, hal itu hanya akan terjadi jika Perdana Menteri Theresa May menyatakan kesediaannya untuk mengadakan referendum lagi -suatu hal yang selama ini ditepisnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply