Gubernur Bank Sentral Inggris Peringatkan Bahaya Ketidakpastian Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Gubernur Bank Sentral Inggris, Mark Carney, memeringatkan anggota parlemen Inggris agar menyelesaikan ketidakpastian Brexit secepatnya, karena hal itu telah menghadirkan ancaman yang makin besar terhadap perekonomian global dan stabilitas Inggris. Selain itu, kegagalan dalam pencapaian kesepakatan Brexit bisa mengakibatkan “economic shock” atas perekonomian Inggris.

Gubernur Bank Sentral Inggris Peringatkan Bahaya Ketidakpastian Brexit

Pekan lalu, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) telah memangkas proyeksi pertumbuhan Inggris untuk tahun 2019 karena ketidakpastian Brexit. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun 2019 direvisi turun dari 1.7 persen menjadi 1.2 persen saja. Apabila terealisasi, maka itu merupakan laju pertumbuhan paling lambat sejak masa krisis 2009. Lebih dari itu, BoE juga menyebutkan ada kemungkinan akan terjadi resesi pada paruh kedua tahun 2019.

Dalam pidatonya hari ini, Mark Carney menegaskan kembali bahaya Brexit dengan mengatakan, “Itu merupakan kepentingan semua orang, kemungkinan dimana saja, agar solusi Brexit ditemukan.”

Menurutnya, tingginya ketidakpastian Brexit telah mengakibatkan banyak perusahaan menahan keputusan besar mereka untuk berekspansi di Inggris. Situasinya bisa makin buruk, jika Inggris keluar dari kesatuan Uni Eropa tanpa kesepakatan tertentu (“No-Deal Brexit”).

Baca Juga:   AUD / USD Melemah Sebagai Mengecewakan GDP Q3

“Situasi No-Deal akan menciptakan kejutan ekonomi bagi negeri ini, dan ini akan mengirim sinyal (yang salah) tentang globalisasi. Hal itu akan buruk,” katanya.

Dalam skala global, Mark Carney mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi telah melemah di semua wilayah, setelah mencapai level tertinggi 4 persen pada tahun 2016. Pertumbuhan ekonomi global ke depan kemungkinan akan terstabilkan. Namun, ia memeringatkan bahwa perlambatan ekonomi lebih lanjut di China, peningkatan konflik perdagangan, serta sikap santai-santai saja dalam menghadapi berbagai risiko saat ini; dapat mengancam pertumbuhan ke depan. Faktor-faktor tersebut juga akan meningkatkan beban atas perekonomian Inggris ke depan.

Pidato Carney kali ini tak menyinggung kebijakan moneter maupun suku bunga sama sekali, sehingga tak memengaruhi pergerakan Poundsterling. Pelaku pasar tetap memperkirakan kalau BoE takkan merubah suku bunga sebelum masalah Brexit terselesaikan. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, pasangan mata uang GBP/USD masih mencatat kenaikan intraday 0.12 persen pada kisaran 1.2875, EUR/GBP tetap sideways, dan GBP/JPY meroket 0.30 persen ke level 142.27.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply