Hasil Voting Brexit Dorong GBP Menguat Jelang Pidato Carney

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling diperdagangkan menguat di sekitar level 1.2895 pada awal sesi Eropa hari Rabu ini (16/1), setelah voting draft kesepakatan Brexit di Parlemen Inggris pada dini hari membuahkan hasil sesuai ekspektasi. Menjelang pidato pimpinan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE), Mark Carney, nanti sore, Sterling masih diwarnai kelegaan meski langkah selanjutnya dalam negosiasi Brexit masih belum diketahui.

Hasil Voting Brexit Dorong GBP Menguat Jelang Pidato Carney

Parlemen Inggris menggagalkan upaya PM Therea May untuk mengesahkan hasil kesepakatan Brexit yang dicapainya dalam perundingan dengan Uni Eropa pada voting dengan hasil 432-202. Itu merupakan kekalahan pemerintah paling fatal dalam sejarah di parlemen Inggris, sekaligus memicu pimpinan partai oposisi untuk mengajukan voting atas dasar mosi tak percaya untuk menggusur May dari posisi perdana menteri.

Meski demikian, kekalahan PM May sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Pelaku pasar pun meningkatkan ekspektasi kalau hal itu bakal mendorong parlemen mengajukan pengunduran deadline Brexit.

“Walaupun marjin kekalahan May cukup mengejutkan, kekalahannya itu sendiri merupakan sesuatu yang telah lama diperhitungkan oleh pasar dan nampaknya partisipan meng-cover posisi short pada pound seusai voting,” ujar Yukio Ishizuki, pakar mata uang senior di Daiwa Securities, pada Reuters. Lanjutnya, “Pasar kini memperhitungkan perpanjangan deadline Brexit (yang sedianya dilakukan pada) Maret. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuahkan dua skenario, No-Deal Brexit atau tak ada Brexit sama sekali.”

Baca Juga:   Indeks Dolar Masih Didukung Luas, Dekat Tertinggi 13 Bulan

Sebelumnya, Uni Eropa menyatakan bersedia memundurkan deadline Brexit hingga bulan Juli mendatang. Syaratnya, asalkan Inggris mengajukan aplikasi pengunduran deadline secara formal. Namun, mereka juga menegaskan takkan merubah konsesi yang telah diberikan bagi Inggris dalam draft kesepakatan pertama. Hal ini pulalah yang mendorong pelaku pasar untuk memperkirakan kalau perpanjangan waktu akan dimanfaatkan Inggris untuk mengadakan referendum kedua, alih-alih melakukan negosiasi ulang dengan Uni Eropa.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau pidato pimpinan bank sentral Inggris serta rilis data CPI. Mark Carney kemungkinan akan menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga hanya bisa dilakukan setelah ketidakpastian Brexit usai, atau menguatarakan kembali pentingnya resolusi masalah Brexit bagi perekonomian Inggris. Sementara itu, CPI Inggris bulan Desember diprediksi akan meningkat 0.2 persen (Month-over-Month), sama dengan periode sebelumnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply