Hedge Funds Mulai Hindari Aksi Jual Poundsterling

Bonus Welcome Deposit FBS

Setelah Poundsterling merosot drastis sejak bulan Maret, posisinya mulai stabil dalam beberapa hari belakangan ini. Sebuah laporan dari Reuters mengungkapkan bahwa beberapa trader besar mulai melepas posisi short mereka terhadap Poundsterling, walaupun kekhawatiran mengenai “No-Deal Brexit” masih ada.

Saat berita ditulis, GBP/USD diperdagangkan dengan volatilitas tinggi di atas ambang 1.2100. EUR/GBP terkekang pada level terendah dua pekan di bawah 0.9150, sedangkan GBP/JPY cenderung sideways dekat 129.00.

Hedge Funds Mulai Hindari Aksi Jual Poundsterling

“Kami telah melakukan short atas Sterling/Yen Jepang selama tiga bulan, dan kami mempertimbangkan untuk menguranginya sekarang,” kata Vasileios Gkionakis dari Lombard Odier. Katanya, “Jika No-Deal (Brexit) mengalami kenaikan probabilitas, maka tentu saja Sterling akan dijual (lagi), tetapi hingga saat itu tiba, saya menjadi sedikit lebih netral.”

Sementara itu, Paul Hollingsworth dari BNP Paribas mengatakan, “Kami menemukan risk-reward lebih atraktif untuk mempertimbangkan masuk struktur posisi long terhadap Sterling seiring dengan makin mendekatnya kita ke bulan September.”

Pandangan serupa agaknya diamini oleh banyak pemain pasar lainnya. Berdasarkan data dari US Commodity Futures Trading Commission, posisi short terhadap Sterling telah berkurang dari USD7.81 Miliar menjadi USD7.22 Miliar pada 13 Agustus lalu.

Baca Juga:   Dolar Kanada Tumbang Setelah Trump Mengecam OPEC

Stabilitas Poundsterling bertepatan dengan masa reses parlemen Inggris yang akan berlangsung hingga tanggal 3 September, sehingga kasak-kusuk politik relatif minim. Selain itu, pelaku pasar juga tengah memantau apakah PM Boris Johnson mampu membujuk Uni Eropa untuk melakukan renegosiasi mengenai pasal-pasal terkait perbatasan Irlandia dalam draft kesepakatan brexit.

Hari ini, PM Boris Johnson mengumumkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden European Council, Donald Tusk. Dalam surat tersebut, ia memaparkan visinya mengenai pengelolaan perbatasan Irlandia pasca brexit secara non-fisik berdasarkan perjanjian setara antara Uni Eropa dan Inggris yang akan diberlakukan mulai masa transisi. Namun, para pemimpin Uni Eropa belum memberikan tanggapan terhadap proposal Johnson tersebut.

Sejumlah analis memperkirakan, respons para pejabat Uni Eropa terhadap surat Johnson akan memengaruhi pergerakan Poundsterling dalam beberapa hari ke depan. PM Johnson juga dijadwalkan akan berkunjung ke Jerman dan Prancis pada hari Rabu dan Kamis besok.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply