IHSG dan Bursa Asia Kompak Terkoreksi Akibat Kasus Huawei

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan sebesar 0.34 persen ke level 6,436.48 pada perdagangan hari Selasa ini (29/1), mengakhiri reli beruntun selama dua hari sebelumnya. Indeks saham lainnya di Asia pun kompak melorot, setelah merebak kabar heboh bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirim tuntutan resmi kepada Huawei Technologies, salah satu perusahaan teknologi terbesar Tiongkok. Kurs Rupiah juga melemah kembali, dengan kurs USD/IDR tercatat naik 0.25 persen ke level Rp14,095.

IHSG dan Bursa Asia Lainnya Merosot Akibat Kasus Huawei

Tadi pagi, beredar kabar bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirim tuntutan pidana bagi CFO Huawei dan dua afiliasinya dengan tuduhan pelanggaran sanksi atas Iran serta dugaan pencurian kekayaan intelektual dari sebuah perusahaan teknologi asal AS. Hal ini membuat investor dan trader khawatir, karena mengemuka tepat menjelang jadwal pertemuan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk melanjutkan negosiasi perdagangan pada hari Rabu besok. Efeknya merembet ke pasar saham Asia yang rentan terimbas risiko dari pasar keuangan global.

Baca Juga:   Yellen Mengatakan Pemulihan Di Pasar Tenaga Kerja Apakah Jauh Dari Sempurna

Sebagian besar bursa Asia hari ini menorehkan tinta merah, termasuk Strait Times, Hang Seng, dan Shanghai Komposit. Dari kawasan ini, hanya Nikkei dan Kospi yang sempat mencatat kenaikan tipis, masing-masing sebesar 0.08 persen dan 0.28 persen saja. Dengan demikian, penurunan IHSG dapat dipahami sebagai suatu kejadian yang selaras dengan tren regional.

Pelemahan dialami oleh tujuh dari sembilan sektor saham. Kenaikan hanya diraup oleh sektor Aneka Industri dan Infrastruktur, masing-masing setinggi 0.63 persen dan 0.18 persen. Sektor lainnya yang turun paling parah adalah Perdagangan (-1.25 persen), Properti (-0.98 persen), Agri (-0.88 persen), Industri Dasar (-0.74 persen), dan Keuangan (-0.48 persen). Sedangkan sektor Barang Konsumsi dan Tambang masing-masing hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0.04 persen saja.

Berlawanan dengan kinerja pasar yang melandai secara umum, investor asing justru memanfaatkan situasi koreksi ini untuk memborong stok saham-saham terbaik dari Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya saham BBRI, BBCA, dan TLKM. Total net buy oleh pihak asing dalam hari ini mencapai total Rp 607.01 Miliar. Hal ini disinyalir menandai masih optimisnya outlook investasi saham Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian dalam kondisi keuangan global.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply