Indeks Dolar AS Kembali Menanjak, Terhalang Level 97.00

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terpantau menguat sekitar 0.10 persen di kisaran 96.87 menjelang akhir sesi Eropa hari Selasa ini (19/2). Meski demikian, penguatan tersebut terhalang oleh level 97.00 secara teknikal, serta tak didukung oleh laporan penting apapun dari dalam negeri Amerika Serikat.

Indeks Dolar AS Kembali Menanjak, Terhalang Level 97.00

Pada hari Senin, Dolar AS mengalami pelemahan terhadap sebagian besar mata uang mayor, karena bank-bank AS tengah libur sehubungan dengan perayaan hari Presiden. Seusai liburan, Dolar AS langsung reli lantaran kemerosotan minat risiko pasar dan pelemahan dua mata uang rival terdekatnya, Euro dan Dolar Australia.

Euro merosot dalam perdagangan hari ini, karena investor dan trader mulai memperhitungkan berbagai indikasi bearish yang muncul dalam perekonomiannya. Pernyataan para pejabat bank sentral Eropa yang cenderung bearish pada akhir pekan lalu, juga disinyalir membuka ronde baru bagi depresiasi Euro ke depan. Sikap investor nampak dari merosotnya yield obligasi pemerintah yang diterbitkan oleh sejumlah negara Zona Euro, khususnya Jerman. Padahal, penutunan yield obligasi bisa menekan bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Baca Juga:   Saham DILD SENIN 23/04/2018 ( BERITA SAHAM )

Sementara itu, Dolar Australia ditekan oleh rilis notulen rapat bank sentralnya yang mengindikasikan eskalasi ketidakpastian dalam perekonomian. Probabilitas pemangkasan suku bunga di negeri Kanguru mengalami peningkatan, karena situasi sektor perumahan yang memburuk.

Perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang menjadi fokus pasar lain pekan ini, juga mengisyaratkan peningkatan risiko. Perundingan kedua negara yang berlangsung di Beijing pada minggu lalu, berakhir nihil. Wakil Perdana Menteri China Liu He akan kembali menyambangi Washington pekan ini untuk memulai ronde baru diskusi dengan AS.

Dalam sebuah pidato di Florida, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan, “Kita membuat banyak kemajuan. Tak seorang pun memperkirakan hal ini akan terjadi”. Namun, pernyataan Trump senada telah diutarakan beberapa kali sebelumnya, sementara para negosiator tetap pulang dengan tangan hampa. Padahal, jika tak ada kesepakatan yang tercapai hingga tanggal 1 Maret mendatang, AS akan menaikkan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen atas sebagian barang yang didatangkan dari China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply