Indeks Dolar AS Menggeliat Pasca Rilis Jobless Claims

Bonus Welcome Deposit FBS

Laporan ekonomi yang dirilis dari Amerika Serikat hari Kamis ini (13/12) cenderung beragam, tetapi menunjukkan penurunan Initial Jobless Claims sepanjang pekan lalu. Indeks Dolar AS (DXY) beranjak naik 0.20 persen ke kisaran 97.19 pasca rilis data tersebut, menjelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB).

Indeks Dolar AS Menggeliat Pasca Rilis Jobless Claims

Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat melaporkan bahwa Initial Jobless Claims menurun dari 233k menjadi 206k, lebih rendah dari estimasi awal yang memperkirakan penurunan hingga 226k saja. Walaupun Continuing Jobless Claims meningkat dari 1,636k menjadi 1,661k, tetapi rerata 4-mingguan Jobless Claims menurun dari 228.50k menjadi 224.75k.

Kabar ini disambut baik oleh pelaku pasar, meskipun indeks harga impor dan ekspor yang dipublikasikan lembaga berbeda menunjukkan angka yang mengecewakan. Secara keseluruhan, data-data ini menekankan bahwa kondisi ekonomi AS memang mengalami sejumlah kemunduran, tetapi tidak kronis. Ada alasan untuk tetap yakin bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pekan depan, meskipun proyeksi pengetatan moneter tahun depan masih diliputi ketidakpastian.

Baca Juga:   Keuntungan Yen Yang Paling Dalam 5 Tahun Terhadap Euro Pada BOJ Yang Mengejutkan

Hingga saat berita ini ditulis, posisi pasangan mata uang EUR/USD tercatat -0.23 persen di level 1.1342, sehubungan dengan ketegangan pasar menantikan pengumuman kebijakan moneter bank sentral Eropa. Perlu dicatat bahwa nilai tukar Dolar AS versus Euro memegang bobot terbesar dalam indeks Dolar AS (DXY), sehingga pengumuman ECB dapat berimbas cukup signifikan.

Di sisi lain, GBP/USD menanjak 0.30 persen ke level 1.2663 sehubungan dengan berkurangnya tekanan terhadap kepemimpinan PM Theresa May. Namun, masih simpang-siurnya kesepakatan Brexit merupakan alasan lain bagi pasar untuk pasang ancang-ancang aksi jual pada Pounds terhadap Dolar AS, yang bisa dipicu oleh kabar apapun dari perkembangan situasi ini.

Sementara itu, AUD/USD dan NZD/USD menanjak berkat munculnya keyakinan bahwa negosiasi dagang antara AS-China kali ini akan membuahkan hasil. Sebabnya, beredar kabar bahwa¬†China tengah menyusun pengganti kebijakan Made In China 2025, salah satu program yang dipermasalahkan oleh AS. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa mereka sudah mulai mengimpor kedelai asal Amerika Serikat lagi. Munculnya potensi “perdamaian” di tengah perang dagang ini memberikan kelegaan bagi para investor di Australia dan New Zealand yang perekonomiannya juga dipengaruhi oleh China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply