Indeks Dolar AS Menguat Jelang Rilis Notulen FOMC

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) meroket sekitar 0.2 persen ke level 97.21 pada awal perdagangan sesi New York hari Rabu ini (10/4), walaupun data inflasi konsumen bulan Maret 2019 cukup mengecewakan. Pelemahan Euro dan penantian menjelang rilis notulen FOMC, telah mendongkrak permintaan atas Greenback dan mata uang safe haven lainnya. Saat berita ditulis, pasangan USD/JPY masih stagnan pada kisaran 111.15, sementara EUR/USD merosot 0.3 persen ke level 1.1230 dan GBP/USD sideways dekat kisaran 1.3060.

Indeks Dolar AS Menguat Jelang Rilis Notulen FOMC

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) mengalami kenaikan 0.4 persen (Month-over-Month) sepanjang bulan Maret 2019. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laju 0.2 persen pada periode sebelumnya, maupun laju 0.3 persen yang diestimasikan pasar. Namun, laju Core CPI yang bernilai lebih penting dalam penilaian outlook ekonomi, justru hanya tumbuh 0.1 persen (Month-over-Month), atau meleset dari estimasi yang dipatok pada 0.2 persen.

Dalam basis tahunan, inflasi konsumen inti bahkan terkoreksi dari 2.1 persen pada bulan Februari, menjadi 2.0 persen (Year-on-YeaR) pada bulan Maret. Hal ini mengindikasikan bahwa laju inflasi di negeri Paman Sam masih loyo, sehingga selaras dengan keputusan bank sentral AS untuk tak merubah suku bunga sepanjang tahun ini.

Baca Juga:   Saham KRAS KAMIS 19/04/2018 ( BERITA SAHAM )

Terlepas dari itu, Dolar AS tetap menguat dengan dukungan pelemaha Euro pasca rilis pengumuman bank sentral Eropa (ECB). Dalam pidatonya seusai rapat kebijakan, Presiden ECB, Mario Draghi mengungkapkan bahwa saat ini masih terlampau dini untuk membicarakan rencana peluncuran program TLTRO. Sinyalemen tersebut membuat kecewa pelaku pasar yang mengharapkan petunjuk baru menjelang peluncuan TLTRO pada bulan September mendatang.

Di sisi lain, para trader dan investor juga menantikan rilis notulen rapat bank sentral AS (Federal Open Committee Meeting/FOMC) pada dini hari nanti (pukul 01:00 WIB). Notulen FOMC diharapkan memuat kisi-kisi mengenai faktor yang mendorong bank sentral AS memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga lagi dalam tahun ini. Apabila notulen ternyata tak memberikan petunjuk baru, maka kekecewaan pasar boleh jadi mengakibatkan hilangnya katalis pendorong reli Dolar AS ke level yang lebih tinggi lagi, mengingat posisinya sudah dekat level tertinggi multi-tahun.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply