Indeks Dolar AS Selip Karena Alotnya Negosiasi AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS menunjukkan performa beragam terhadap mata uang-mata uang mayor dalam perdagangan hari Rabu ini (13/3), sehubungan dengan data inflasi konsumen yang mengecewakan dan masih alotnya negosiasi perdagangan AS-China. Saat berita ditulis, indeks Dolar AS (DXY) telah jatuh 0.13 persen ke level 96.86, sementara Greenback menguat terhadap Euro dan melemah versus Yen.

Indeks Dolar AS Selip Karena Alotnya Negosiasi AS-China

Pada hari Selasa, US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Core Consumer Price Index (Core CPI) hanya mengalami kenaikan sebesar 0.1 persen (Month-over-Month) dalam bulan Februari 2019, alih-alih meningkat 0.2 persen sesuai ekpektasi. Dalam basis tahunan, Core CPI malah lengser dari 2.2 persen menjadi 2.1 persen. Headline CPI tahunan juga lesu, menurun dari 1.6 persen menjadi 1.5 persen saja dalam periode yang sama.

Di sisi lain, salah satu pimpinan delegasi Amerika Serikat dalam negosiasi perdagangan dengan China, Robert Lighthizer, mengutarakan probabilitas akan tetap dinaikkannya kembali bea impor terhadap barang-barang asal China. Pasalnya, perundingan berlangsung alot dan ada indikasi keengganan China untuk memberikan seluruh konsesi yang diharapkan AS.

Baca Juga:   Berita Saham KREN RABU 28/02/2018

Dalam sebuah acara dengar pendapat dengan anggota parlemen AS, Lighthizer mengatakan, “Harapan kami, kita berada pada pekan-pekan terakhir menjelang sebuah kesepakatan”. Akan tetapi, ia menuturkan sejumlah poin yang masih jadi pokok perkara hingga kini, dan mengungkapkan, “Jika masalah-masalah itu tak dipecahkan sesuai keinginan Amerika Serikat, maka kita takkan memiliki kesepakatan (apapun).”

China telah bersedia melakukan langkah-langkah penting untuk mengurangi defisit perdagangan dengan Amerika Serikat, serta mengurangi bea impor yan dikenakannya atas barang-barang asal negeri Paman Sam. Namun, mereka nampaknya enggan menyetujui tuntutan AS terkait perubahan struktural terhadap kebijakan ekonomi dan investasi domestik, serta penyikapan terhadap hak-hak kekayaan intelektual.

Akhir minggu lalu, penasehat Gedung Putih, Larry Kudlow, juga mengindikasikan akan ditundanya pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Karenanya, rangkaian berita ini menyurutkan ekspektasi pasar akan kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang antara kedua negara dalam waktu dekat. Padahal, konflik perdagangan diantara dua negara terbesar dunia itu telah mengakibatkan akselerasi perlambatan ekonomi global.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply