Indeks Dolar AS Tergelincir Pasca Testimoni Powell

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melandai sekitar 0.06 persen ke kisaran 95.98 pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (27/2), setelah ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa. Pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, tak memberikan petunjuk baru bagi pelaku pasar, tetapi mengakibatkan Greenback tertekan terhadap mayoritas mata uang mayor. Pasangan mata uang GBP/USD telah meroket nyaris 0.4 persen ke level tertinggi enam bulan di kisaran 1.3300, sementara USD/JPY merosot 0.15 persen ke kisaran terendah sepekan pada level 110.424.

Indeks Dolar AS Tergelincir Pasca Testimoni Powell

Menjelang akhir sesi New York kemarin, Jerome Powell mengungkapkan dalam pidatonya di hadapan anggota Kongres AS bahwa peningkatan risiko dan buruknya data-data ekonomi baru-baru ini tidak akan menghalangi pertumbuhan solid dalam perekonomian AS tahun ini. Namun, ia menegaskan kembali bahwa Federal Reserve akan tetap “bersabar” dalam merencanakan kenaikan suku bunga mendatang.

Dalam testimoni hari pertama tersebut, Powell menyatakan bank sentral “tidak terburu-buru untuk memberikan penilaian” tentang perubahan suku bunga lebih lanjut. Namun, mereka selalu siap menyesuaikan pemangkasan neraca (balance sheet) dengan kebutuhan.

Baca Juga:   Dolar AS Tergelincir Mengikuti Data Pekerjaan, Perundingan Perdagangan AS - China Dalam Fokus

Opini tersebut dinilai bernada sedikit dovish yang menekan Dolar AS, meskipun tidak memunculkan indikasi perubahan kebijakan moneter secara tegas. Terlepas dari itu, pelemahan Dolar AS dibatasi oleh data keyakinan konsumen (CB Consumer Confidence) yang meningkat dari 121.7 menjadi 131.4 pada bulan Februari; melampaui ekspektasi kenaikan 124.7 yang dipatok para ekonom.

Pada sesi New York nanti malam, Jerome Powell akan kembali tampil di hadapan Kongres AS dalam rangka testimoni hari kedua. Pidatonya akan kembali menjadi fokus perhatian pasar, khususnya dalam sesi tanya jawab dimana ia bisa jadi memberikan komentar kontroversial apabila dicecar oleh para anggota Kongres.

Selain itu, terdapat pula jadwal rilis data Pending Home Sales bulan Januari dan Neraca Perdagangan Barang Amerika Serikat bulan Desember yang bisa jadi memberikan dukungan ataupun membebani Greenback. Estimasi awal menempatkan proyeksi Pending Home Sales pada kenaikan 0.8 persen dalam bulan Januari. Namun, Neraca Perdagangan Barang (Goods Trade Balance) telah menderita defisit sebesar 77.25 Miliar pada periode November, dan rawan membengkak lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply