Indeks Dolar AS Tumbang Seusai Pengumuman Federal Reserve

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terpantau merosot sekitar 0.20 persen ke kisaran 95.25 pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (31/1), setelah ditutup anjlok pada sesi New York sebelumnya. Hal ini sehubungan dengan pengumuman arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) yang mengisyaratkan penghentian siklus kenaikan suku bunga.

Indeks Dolar AS Tumbang Seusai Pengumuman Federal Reserve

Pasca rapat Federal Open Market Commitee (FOMC), The Fed menyatakan tetap mempertahankan suku bunga pada level 2.50 persen. Tak hanya itu, bank sentral menekankan bias dovish dengan menghapus rencana kenaikan suku bunga secara bertahap. Alih-alih, mereka mengungkapkan akan menahan kebijakan dikarenakan perlambatan pertumbuhan global dan lambannya laju inflasi.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan keuangan dan ekonomi global serta lambannya tekanan inflasi, Komite akan bersabar saat menentukan penyesuaian kisaran target masa depan agar Federal Funds Rate dapat mendukung hasil (ketenagakerjaan yang kuat dan inflasi mendekati 2 persen -red) secara layak,” demikian dipaparkan oleh Fed.

Pernyataan Fed tersebut memberikan kejelasan bagi investor yang sempat mempertanyakan apakah bank sentral akan melanjutkan rencana kenaikan suku bunga, padahal kondisi ekonomi kurang memuaskan. Konsekuensinya, saham-saham AS mengalami reli setelah rilis pengumuman tersebut, tetapi Dolar AS jatuh ke level terendah tiga pekan. Reli ekuitas makin mantap karena pernyataan dirilis tepat setelah laporan keuangan Apple dan Boeing yang melampaui ekspektasi, mendongkrak saham-saham sektor industri dan teknologi.

Baca Juga:   Tepi Kiwi Lebih Tinggi Setelah Ulasan RBNZ, Anggota Dewan BoJ

Sementara itu, pelaku pasar juga mengamati perkembangan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang telah dimulai hari Rabu di Washington. Hasil dari pertemuan antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dapat menjadi penggerak sentimen pasar yang sangat signifikan.

Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) telah memperingatkan bahwa apabila ketegangan perdagangan antara kedua negara tak terselesaikan, maka efeknya dapat memperburuk perlambatan ekonomi dunia. Sehubungan dengan itu, mata uang-mata uang Safe Haven dapat meroket jika hasil perundingan itu nihil; sebaliknya mata uang komoditas yang akan menguat apabila hasil perundingan memudarkan risiko perang dagang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply