Indeks Philly dan Housing Starts Tumbang, Dolar AS Tertekan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melemah hingga 0.4 persen di kisaran 97.63 pada awal perdagangan sesi New York (17/10). EUR/USD menanjak sekitar 0.5 persen ke kisaran 1.1125, sedangkan USD/JPY melandai 0.15 persen ke kisaran 108.60. Rilis data Building Permits menunjukkan perlambatan lebih moderat dibandingkan estimasi awal. Namun, data Housing Starts ambruk dan indeks Philly anjlok drastis. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran mengenai ancaman resesi yang membayangi perekonomian AS.

Indeks Philly dan Housing Starts Tumbang Dolar AS Tertekan

US Census Bureau melaporkan bahwa pertumbuhan Building Permits hanya melambat 2.7 persen (Month-over-Month) dalam bulan September 2019, bukannya merosot 26.0 persen sebagaimana dikhawatirkan oleh pelaku pasar. Akan tetapi, lembaga itu mengumumkan kemerosotan Housing Starts hingga 9.4 persen (Month-over-Month), jauh lebih buruk ketimbang estimasi penurunan 8.6 persen yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, kantor Federal Reserve Philadelphia melaporkan bahwa barometer pengukur aktivitas ekonominya menunjukkan penurunan dari 12 menjadi 5.6 pada bulan Oktober 2019. Padahal, para ekonom yang disurvei oleh Econoday hanya memperkirakan penurunan hingga 7.1. Data ini bermakna bahwa walau aktivitas ekonomi masih ekspansif, tetapi terjadi perlambatan yang cukup signifikan.

Baca Juga:   Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok Di Washington Berakhir Nihil

Kinerja masing-masing komponen dalam indeks Philly cenderung beragam. Ketenagakerjaan masih menunjukkan kenaikan. Pesanan baru juga meningkat dari 24.8 menjadi 26.2. Akan tetapi, pengapalan barang menurun dari 26.4 menjadi 18.9.

Ekonom yang diwawancarai oleh MarketWatch mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan di kawasan Philadelphia dan New York tak terlalu sensitif terhadap perang dagang AS-China dibandingkan perusahaan-perusahaan manufaktur di negara bagian AS lainnya. Hal ini membuat perlambatan di kedua kawasan ini kurang menonjol.

Terlepas dari beberapa laporan ekonomi domestik AS tersebut, pelaku pasar saat ini lebih menyoroti perkembangan negosiasi brexit di Benua Biru. Inggris dan European Commission baru saja mengumumkan tercapainya sebuah kesepakatan yang siap ditandatangani secepatnya.

Dolar AS sempat terpukul versus Poundsterling pada sesi Eropa sebagai imbas dari tercapainya kesepakatan brexit. Namun, sejumlah wakil rakyat dalam parlemen Inggris menyatakan penolakannya terhadap kesepakatan tersebut. Walaupun seandainya kesepakatan berhasil diteken oleh para pejabat Uni Eropa dalam pekan ini, risiko No-Deal Brexit dan chaos politik masih membayangi jelang pertemuan khusus parlemen Inggris pada hari Sabtu besok.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply