Indeks PMI Konstruksi Inggris Makin Tenggelamkan Poundsterling

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling kembali merosot terhadap Dolar AS, Euro, dan Yen dalam perdagangan hari Selasa ini (4/September). Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor konstruksi dilaporkan memerah, sehingga makin menekan sentimen pasar bagi mata uang yang tengah bergumul dengan ketidakpastian negosiasi Brexit ini.

Indeks PMI Konstruksi Makin Tenggelamkan Poundsterling

Pasangan mata uang GBP/USD telah merosot 0.40 persen dalam perdagangan intraday. Saat berita ini ditulis, GBP/USD berada di kisaran 1.2821. Sementara itu, pasangan EUR/GBP kembali menanjak 0.11 persen ke 0.9012, dan GBP/JPY melandai 0.10 persen ke sekitar 142.75.

Kemarin, data PMI sektor Manufaktur Inggris bulan Agustus hanya mencapai 52.8, gagal mencapai ekspektasi yang dipatok pada 53.9. Hari ini, data PMI sektor Konstruksi untuk periode yang sama kembali meleset dari perkiraan awal. Lembaga CIPS mengumumkan PMI Konstruksi Inggris merosot hingga 52.9, padahal sebelumnya diestimasikan hanya bakal turun tipis dari 55.8 pada bulan Juli menjadi 54.9 saja.

Kemelut terkait negosiasi rencana perdagangan dengan Uni Eropa setelah Inggris keluar dari kesatuan sosial-politik tersebut, juga masih tersendat-sendat. Bahkan, dalam sebuah survei yang dipublikasikan oleh Reuters hari ini, disebutkan ada 25 persen kemungkinan Inggris akan keluar dari Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan tertentu.

Baca Juga:   Aussie, Kiwi Menguat Terhadap Dolaras Rebound Minyak

“Kemungkinan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa (tanpa kesepakatan tertentu) tak ragu lagi telah meningkat belakangan ini, dan kami telah menjadi makin tak yakin mengenai proses keluarnya Inggris secara teratur,” papar Howard Archer dari EY ITEM Club, pada Reuters, “Meski demikian, kami masih berpikir ada kemungkinan lebih besar bagi Inggris dan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan, walaupun bisa jadi agak terlambat untuk diratifikasi pada Maret 2019.”

Selain itu, survei Reuters menemukan bahwa para pakar menilai bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) baru akan menaikkan suku bunga setelah tanggal yang ditentukan untuk terjadinya Brexit (Maret 2019) berlalu. Lebih lanjut, suku bunga Inggris diperkirakan baru akan mencapai 1.5 persen pada tahun 2020.

“Ini kemungkinan akan menjadi perubahan suku bunga secara lambat, dengan BoE bergerak secara berhati-hati menghadapi ketidakpastian Brexit,” ungkap Peter Dixon dari Commerzbank, “Mencapai (tingkat suku bunga) 1.5 persen secepat mungkin boleh jadi masuk akal bila hal itu memberikan BoE lebih banyak fleksibilitas dalam menentukan kebijakan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply