Indeks ZEW Ambruk, Euro Diperkirakan Makin Bearish

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro terpantau menguat terbatas versus Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (13/8), tetap dalam kisaran 1.1200-1.1250. Pasangan mata uang EUR/GBP juga menguat sekitar 0.1 persen ke level 0.9287. Namun, indeks sentimen bisnis ZEW dilaporkan merosot ke level terendah sejak bulan Desember 2011. Akibatnya, para analis menyampaikan proyeksi yang makin bearish bagi Euro.

Indeks ZEW Ambruk Euro Diperkirakan Tetap Lesu

Berdasarkan survei awal bulan Agustus ini, indeks sentimen ZEW untuk kawasan Jerman merosot dari -24.5 menjadi -44.1. Padahal, sebelumnya konsensus pasar memperkirakan penurunan hanya akan mencapai -27.8. Hal ini dapat diartikan sebagai sinyal bahwa outlook ekonomi Jerman hingga 6 bulan ke depan telah memburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, khususnya karena eskalasi konflik dagang AS-China.

“Eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat dan China yang terbaru, risiko persaingan devaluasi (mata uang), dan peningkatan kemungkinan ‘No-Deal Brexit’ telah menempatkan tekanan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi yang sudah melemah. Ini kemungkinan besar akan semakin mempersulit pertumbuhan ekspor dan produksi industri Jerman,” kata Professor Achim Wambach, Presiden ZEW.

Baca Juga:   Aussie, Kiwi Melayang Mendekati Level Tertinggi Multi-Bulan Di Akhir Perdagangan

Indeks sentimen ZEW untuk kawasan Zona Euro tak kalah buruk. Indeks merosot dari -20.3 menjadi -43.6, padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan tergelincir ke -21.7.

“Ini angka yang mengerikan, mirip dengan keterpurukan yang dialami selama krisis keuangan di tahun 2008 dan akhir 2011, ketika krisis batas atas utang AS menggemparkan pasar,” kata Claus Vistesen dari Pantheon Macroeconomics. Lanjutnya, “Nampaknya seperti investor mengantisipasi chaos -perang mata uang AS-China, brexit, dll- atau setidaknya memproyeksikan probabilitas besar untuk terjadinya suatu insiden. Dengan kata lain, sedikit sekali justifikasi di pasar ekuitas, yang biasanya menjadi barometer jangka pendek terbaik bagi ZEW.”

Secara keseluruhan, laporan ZEW kali ini merupakan kabar buruk bagi Euro. Baru beberapa waktu lalu, Eurostat melaporkan bahwa pertumbuhan GDP Kuartal II/2019 terpangkas dari 0.4 persen menjadi 0.2 persen. Indikasi dari laporan ZEW mengisyaratkan perlambatan akan berlanjut hingga kuartal tiga, bahkan membuka kemungkinan terjadinya resesi. Pada akhirnya, pelemahan Euro bisa diperparah bukan hanya oleh kondisi ekonomi yang memburuk, melainkan juga kebijakan moneter longgar bank sentral Eropa yang akan diluncurkan untuk menanggulangi perlambatan tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply