Indonesia dan Australia Menandatangani Kesepakatan Perdagangan Bebas

Bonus Welcome Deposit FBS

Setelah negosiasi selama lebih dari sembilan tahun, Indonesia dan Australia akhirnya menandatangani kesepakatan perdagangan bebas pada hari Senin ini (4/3). Penandatanganan resmi perjanjian senilai miliaran Dolar tersebut berlangsung di Jakarta, antara Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham.

Indonesia dan Australia Tandatangani Kesepakatan Perdagangan Bebas

Kesepakatan tersebut memangkas tarif impor Australia atas produk-produk Indonesia hingga nol, dan secara bertahap akan menghapus 94 persen tarif impor Indonesia atas produk-produk Australia. Menurut Enggartiasto, ini merupakan kesepakatan historis dan bermanfaat bagi kedua negara.

“Kesepakatan ini sangat bermanfaat bagi kedua negara dan sangat komprehensif, tak hanya dalam hal perdagangan barang, tetapi juga dalam hal investasi dan jasa,” katanya dalam konferensi pers pasca upacara penandatanganan.

Birmingham menyampaikan komentar senada, “Penandatangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement membuat kedua negara lebih dekat dibandingkan sebelumnya.”

Perdagangan bilateral antara Australia dan Indonesia mencapai 11.7 Miliar Dolar pada tahun 2017. Kesepakatan ini akan membuka pintu lebih lebar bagi Australia untuk mengakses pasar Indonesia dalam sektor pertanian dan peternakan, industri, penyedia jasa kesehatan, pendidikan, pertambangan, dan lain sebagainya. Demikian pula sebaliknya.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 14/12/2018 - ANTAM LUNASI OBLIGASI Rp900 MILIAR

Terlepas dari signifikansi kesepakatan tersebut bagi Indonesia, kurs Rupiah mengalami pelemahan kembali dalam perdagangan hari ini. Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melemah dari Rp14,111 menjadi Rp14,149; sementara kurs USD/IDR meningkat 0.14 persen ke level Rp14,125. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 0.18 persen ke level 6,488.42.

Analis mensinyalir depresiasi Rupiah dipicu oleh penguatan Dolar AS pada awal pekan ini. Indeks Dolar AS (DXY) telah menguat karena dipicu oleh peningkatan minat risiko akibat kabar bahwa kesepakatan dagang antara AS dan China sudah hampir final. Amerika Serikat kemungkinan akan mencabut keseluruhan atau sebagian tarif impor yang dikenakan atas produk-produk China, sementara China juga berjanji akan mulai memangkas bea impor atas produk-produk AS. Sebuah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga konon akan diadakan pada akhir bulan Maret ini, apabila agenda kerja kedua belah pihak memungkinkannya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply