Inflasi Indonesia Anjlok, IHSG Turut Memerah

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik kembali ke bawah level 6,000 pada akhir penutupan perdagangan hari Senin ini (3/September), setelah data inflasi Indonesia dilaporkan anjlok pada bulan Agustus. IHSG yang merekam kinerja rata-rata saham di bursa efek Indonesia tercatat merosot 0.85 persen ke level 5,967.58. Sebanyak 210 saham melemah, 133 saham menguat, dan 123 saham stagnan.

Inflasi Indonesia Anjlok, IHSG Turut Memerah

 

Deflasi di Bulan Agustus

Tadi siang, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadinya deflasi sebesar 0.05 persen dalam bulan Agustus 2018. Dalam perhitungan inflasi tahunan, data Year-on-Year juga hanya menampilkan pertumbuhan 3.20 persen, padahal sebelumnya diekspektasikan akan ada kenaikan dari 3.18 persen menjadi 3.33 persen.

Inflasi Indonesia Agustus 2018

Meski demikian, Kepala BPS Suhariyanto tak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. Sebagaimana dikutip oleh Liputan6, ia mengatakan, “Inflasi pada Agustus 2018, berdasarkan perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus secara umum mengalami penurunan. Ini menggembirakan karena di bawah target, diharapkan inflasi tetap terkendali,” saat diwawancarai di kantor BPS Jakarta.

Baca Juga:   USD / CAD Bergerak Lebih Tinggi Setelah Data AS

Terlepas dari itu, aksi jual menerpa bursa efek Indonesia. Semua sektor saham mengalami penurunan moderat. Kemerosotan terbesar dialami oleh sektor Industri Dasar sebesar -1.91 persen, disusul oleh sektor Aneka Industri sebesar -1.79 persen, dan sektor Manufaktur sebesar -1.27 persen. Sektor Pertanian (Agri) sempat bertahan positif pada sesi perdagangan pagi, tetapi kemudian tetap ditutup -0.48 persen.

 

Sentimen Regional dan Pelemahan Kurs

Kondisi IHSG hari ini masih berkaitan dengan sentimen regional dan pelemahan kurs Rupiah yang diakibatkan oleh penguatan Dolar AS di tengah masih sengitnya konflik-konflik perdagangan di berbagai bagian dunia. Ketika terjadi konflik perdagangan, status Dolar AS sebagai mata uang cadangan devisa utama dunia menjadikannya lebih unggul ketimbang mata uang lain.

Bursa-bursa Asia menunjukkan kinerja beragam. Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 0.96 persen, Indeks Kospi Korea Selatan menyusut 0.79 persen, sementara Nikkei Jepang berkurang 0.64 persen. Penurunan juga dialami oleh indeks Shanghai, Singapura, dan Taiwan. Hanya indeks saham Thailand mampu mencatatkan kenaikan 0.10 persen dalam perdagangan hari ini.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 07/08/2018 - PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idAA UNTUK MTN SUBORDINASI MANDIRI

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS dalam pantauan data referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melandai dari Rp14,711 ke Rp14,767. Di sisi lain, rate USD/IDR dalam pantauan platform FX_IDC telah melemah 0.58 persen hingga mencapai Rp14,810 dalam perdagangan intraday.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply