Inflasi Kiwi Sesuai Ekspektasi, Dolar New Zealand Reli Terbatas

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang NZD/USD sempat menanjak sekitar 0.2 persen ke level tertinggi harian 0.6738 pada sesi Asia (16/7), setelah rilis data inflasi terbaru memenuhi ekspektasi pasar. Namun, posisinya terkoreksi dan turun ke 0.6725 pada pertengahan sesi Eropa, karena laju inflasi masih tetap jauh dari target bank sentral. Bank sentral New Zealand juga masih diperkirakan akan melakukan pelonggaran moneter lagi dalam beberapa bulan ke depan.

Inflasi Kiwi Sesuai Ekspektasi Dolar New Zealand Reli Terbatas

Badan Statistik New Zealand melaporkan bahwa pertumbuhan Consumer Price Index (CPI) meningkat 0.6 persen (Year-on-Year), atau sebesar 1.7 persen (Year-on-Year) pada kuartal II/2019. Skor inflasi konsumen tersebut persis sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya, tetapi masih cukup jauh dari target 2 persen yang ditentukan oleh bank sentral New Zealand (RBNZ).

“(Data) CPI (kali ini) tak memiliki implikasi nyata untuk mendorong orang ke satu atau lain arah,” kata Imre Speizer, seorang pakar strategi pasar senior di Westpac. Karenanya, Speizer menilai pelaku pasar yang mengekspektasikan RBNZ akan memangkas suku bunga pada bulan Agustus tidak akan mengubah pandangan mereka, demikian pula dengan orang-orang yang memperkirakan RBNZ takkan memangkas suku bunga lagi.

Baca Juga:   Aussie Turun Setelah Data Konstruksi, Kenaikan Dolar Pada Politik AS

Sementara itu, bank sentral tetangganya, Reserve Bank of Australia (RBA), mengungkapkan dalam rilis notulen rapat terakhir bahwa mereka siap memangkas suku bunga lagi “jika diperlukan”. Notulen memaparkan panjang lebar mengapa pelonggaran moneter bisa jadi dilakukan lagi di masa depan, “Suku bunga yang lebih rendah akan memberikan lebih banyak pekerjaan bagi warga Australia dan membantu untuk mencapai kemajuan yang lebih pasti menuju target inflasi.”

Selain RBA dan RBNZ, bank sentral AS (Federal Reserve) sebenarnya juga diyakini bakal memangkas suku bunga pada akhir bulan ini. Akan tetapi, Speizer menilai kalau prospek pemangkasan suku bunga Fed telah sepenuhnya diperhitungkan oleh pelaku pasar. Pelemahan Dolar AS dalam perdagangan hari ini disinyalir karena jadwal publikasi laporan keuangan korporasi terbaru di bursa saham AS.

Meskipun laporan keuangan sejauh ini baik-baik saja, “tekanan ekspektasi tentang pendapatan (korporasi AS) membuat investor berhati-hati,” ujar Speizer.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply