Inflasi Produsen Terjungkal, Dolar AS Melemah

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melemah kembali ke 95.10 pada pertengahan sesi New York hari Rabu ini (12/September), setelah Producer Price Index dilaporkan mencatat angka di bawah nol untuk pertama kalinya dalam 18 bulan terakhir. Padahal, DXY sempat mencuat pada sesi Asia dan Eropa.

Inflasi Produsen Terjungkal, Dolar AS Melemah

Saat berita ditulis, Greenback juga tercatat melemah versus Dolar Australia dan Yen Jepang. Pasangan mata uang USD/JPY melorot 0.28 persen ke 111.31, sementara AUD/USD naik 0.11 persen ke 0.7123. Walaupun demikian, Dolar AS masih sedikit lebih kuat versus Euro, Pounds, dan Franc Swiss.

US Bureau of Labor Statistics mengumumkan bahwa Producer Price Index (PPI) tercatat -0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus, alih-alih meningkat 0.2 persen seperti ekspektasi awal pelaku pasar. Angka tersebut mengindikasikan memburuknya inflasi produsen, karena pertumbuhan tercatat stagnan (0 persen) pada periode Juli. Akibatnya, secara Year-on-Year, inflasi produsen merosot dari 3.3 persen menjadi 2.8 persen.

Kemerosotan inflasi produsen ini terutama diakibatkan oleh penurunan marjin pada penjualan borongan mesin-mesin dan peralatan lainnya. Penurunan di sektor itu melampaui kenaikan yang masih dialami oleh barang-barang jenis makanan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan USDJPY : 2- 6 September

Menurut Bloomberg, data-data ini mengindikasikan bahwa laju inflasi di negeri Paman Sam boleh jadi agak melandai, meski pertumbuhan ekonomi AS tetap solid. Analis masih mengamati apakah ini merupakan dampak dari perang dagang atas perusahaan-perusahaan AS, serta memantau bagaimana korporasi AS menyaring dampak tersebut.

Meski demikian, data inflasi produsen biasanya dianggap kurang berpengaruh ketimbang data Consumer Price Index (inflasi konsumen) yang baru akan dirilis hari Kamis mendatang (19:30 WIB). Selain itu, bank sentral AS (Federal Reserve) diekspektasikan tetap akan menaikkan suku bunga bulan ini, apabila acuan inflasi mereka, Core PCE Index, masih di atas target 2 persen.

Sementara itu, eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok hari ini telah mendorong peningkatan minat beli Yen Jepang sebagai aset Safe Haven dan aksi jual atas Dolar. Masalahnya, Tiongkok dikabarkan akan mengajukan permohonan pada World Trade Organization (WTO) untuk menerapkan sanksi atas kebijakan anti-dumping AS yang kontroversial pada pekan depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply