Inversi Yield Obligasi AS Jadi Sorotan, USD/JPY Tertekan

Afiliasi IB XM Broker

Yen Jepang mempertahankan keunggulannya dalam perdagangan sesi Asia (15/8), karena investor beramai-ramai mengincar aset safe haven di tengah tingginya kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. Pasangan mata uang USD/JPY sempat melonjak ke level tertinggi harian pada 106.78 pada awal sesi Eropa karena minimnya likuiditas, tetapi kemudian jatuh kembali ke kisaran 106.20-an. Aset safe haven lain kompak menghadapi peningkatan minat beli serupa.

Inversi Yield Obligasi AS Jadi Sorotan USDJPY Tertekan

Menjelang akhir sesi New York pada dini hari tadi, yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) mengalami inversi untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir. Inversi terjadi ketika yield obligasi bertenor 2-tahunan menjadi lebih tinggi dibandingkan yield obligasi bertenor 10-tahunan, dan dianggap oleh banyak analis sebagai salah satu sinyal akan terjadinya resesi. Apalagi yield obligasi bertenor 30-tahunan juga tumbang ke rekor terendah baru pada level 2.015%.

Sebelumnya, sentimen pasar telah rapuh akibat data ekonomi yang mengecewakan dari China dan pertumbuhan ekonomi negatif di Jerman. Eskalasi konflik dalam demonstrasi di Hong Kong juga sudah menekan minat risiko pasar. Di tengah beragam ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, inversi yield obligasi sontak mendorong investor panik, sehingga memicu aksi jual saham. Sebaliknya, aset-aset safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Emas malah menguat.

Baca Juga:   BERITA SAHAM 25/07/2018 - HINGGA JUNI 2018, PENDAPATAN DANASUPRA ERAPACIFIC TURUN TAJAM

“Ketika volatilitas meningkat, Dolar/Yen menjadi berkorelasi sangat kuat dengan yield Treasury, sehingga pair mata uang ini punya ruang lebih banyak untuk jatuh,” kara Junichi Ishikawa, seorang pakar strategi forex senior di IG Securities. Lanjutnya, “Saya memperkirakan safe haven lain untuk meningkat (juga). Suasananya lesu, karena perang dagang dan data ekonomi yang buruk.”

Pasangan mata uang USD/CHF beranjak sejengkal pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini, tetapi masih terkekang di sekitar level 0.9750. Spot Gold XAU/USD juga masih bertengger dekat rekor tertinggi sejak April 2013 yang dicapainya pada awal pekan.

Mata uang negara berkembang menjadi pihak yang paling dirugikan dalam gejolak ini, termasuk rupiah. Kurs USD/IDR di pasar spot mata uang sudah melonjak lagi hingga 0.2 persen ke kisaran Rp14,270, padahal kemarin ditutup pada Rp14,240.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply