Investasi Online yang Menguntungkan dengan Peer-to-Peer Lending

Bonus Welcome Deposit FBS

Kebanyakan masyarakat di tanah air kita faktanya masih gentar untuk berinvestasi. Daripada menanamkan modalnya untuk diputar demi menghasilkan keuntungan yang lebih besar, mereka lebih suka menyimpannya saja di deposito yang lebih minim resiko. Tercatat lebih dari 60 juta penduduk yang mempunyai rekening tabungan di bank, hanya 3.8 juta orang yang mempunyai rekening deposito, sementara akun investor yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia) hanya berjumlah 1 juta orang.

Jumlah investor lokal di Indonesia bila dibandingkan dengan Negara-negara ASEAN, Negara kita memang termasuk yang paling kecil. Kondisi tersebut ternyata beralasan, pertama, masih banyak masyarakat yang belum paham manfaat investasi, kedua, karena penghasilan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menyisakan dana berlebih, dan terakhir, belum dapat membedakan antara menabung dan investasi.

Kurangnya minat masyarakat di tanah air untuk berinvestasi juga merupakan dampak dari kurangnya wawasan mereka tentang instrument-instrument investasi terutama yang berhubungan dengan pasar modal. Solusinya tentu menggalakkan edukasi dasar akan pentingnya berinvestasi termasuk berbagai sarana investasi yang disediakan. Dengan begitu mereka akan lebih mudah memilih investasi yang paling sesuai dari segi imbal hasil serta resiko yang dapat dihadapi.

Berinvestasi dalam Peer-to-Peer Lending

Peer to Peer Lending

Dari berbagai alternatif investasi, Peer-to-Peer Lending bisa menjadi ide yang menarik bagi Anda. Apalagi instrument investasi modern ini unggul dari segi akses layanan yang praktis dan mudah serta nilainya yang dapat dijangkau berbagai kalangan. Dengan aktivitas ini masyarakat dimungkinkan untuk mempelajari dasar-dasar investasi.

Saat ini di Indonesia sudah berdiri berbagai start up Peer-to-Peer Lending yang menyediakan akses teknologi digital terintegrasi sehingga masyarakat yang mempunyai simpanan dana dapat menginvestasikannya kepada peminjam. Simak ulasan berikut untuk mengetahui tentang keunggulan investasi ini.

Keunggulan investasi Peer-to-Peer Lending

Ada berbagai keuntungan dalam investasi ini walaupun yang paling menarik adalah imbal hasil yang signifikan.

  • Profit besar

Imbal hasil Peer-to-Peer Lending memang kompetitif apalagi tingkat volatilitasnya rendah. Secara umum potensi keuntungan dan resiko P2P lending adalah di antara saham serta obligasi Negara. Contohnya pada tahun 2016 tingkat keuntungan yang diperoleh 4 start up P2P lending di Indonesia, yaitu Amartha, Modalku, Investree, dan KoinWorks adalah 17% hingga 20%. Dibandingkan tingkat return Indeks Saham Gabungan pada 2016 angka tersebut lebih tinggi.

Baca Juga:   Perusahaan P2P Lending Indonesia Terbaik dan Terpercaya yang Terdaftar OJK

Bagi masyarakat investasi melalaui Peer-to-Peer Lending juga lebih terjangkau sehingga dapat dilakukan oleh hampir semua orang. Anda bahkan mulai dapat menjadi investor dengan dana minimal antara 100 ribu sampai 1 juta rupiah. Hal ini juga tanpa kewajiban untuk memelihara portofolio pada nilai terkecil, juga tanpa minimum fee.

  • Mudah dan praktis

Berinvestasi pada Peer-to-Peer Lending sangat mudah dan praktis. Investor bebas untuk berinvestasi baik secara aktif atau pun pasif. Bila Anda memilih yang kedua karena waktu yang sempit, perusahaan penyedia platform telah menghadirkan fitur auto invest atau investasi otomatis. Dengan begitu pemilik modal tak hal perlu terlibat langsung dalam aktivitas peminjaman dana. Secara teratur mereka dapat mengawasi portofolio mereka dengan mengakses investasi secara online.

  • Sarana belajar investasi

Platform ini bahkan dapat membantu menganalisa resiko hanya dengan mencermati dua hal. Pertama, memilih kategori peminjaman dana dengan menyesuaikannya dengan profil peminjam, tingkat resiko, dan imbal hasil. Semakin tinggi keuntungan yang didapatkan akan semakin tinggi pula tingkat resiko investasi. Ini adalah prinsip umum dalam bidang investasi.

Berikutnya adalah diversifikasi. Platform investasi ini juga memberi wawasan kepada investor untuk membagikan portofolio pada beragam penyaluran dana. Idealnya investor terlibat pada paling sedikit 20 pinjaman walaupun dengan jumlah dana yang paling minim pada portofolio yang terdiversifikasi. Dengan begitu investor akan dimungkinkan untuk mempelajari kebiasaan berinvestasi serta analisis keuangan.

Perusahaan umumnya menyertakan nilai peringkat resiko untuk suatu pinjaman berikut informasi ringkas tentang bisnis, rekam jejak financial, dan data pengembalian pinjaman dari setiap profil calon peminjam. Dengan begitu investor dimungkinkan untuk mempelajari berbagai faktor yang berdampak pada tingkat resiko sebuah bisnis.

Pengembalian uang pinjaman akan dilakukan setiap bulan sehingga perusahaan Peer-to-Peer Lending akan merekomendasikan untuk menginvestasikan kembali dana tersebut. Bila tidak maka dana menjadi tak produktif sehingga profit yang diperoleh menjadi berkurang. Kemungkinan lainnya, imbal hasil yang didapatkan investor bisa berkurang hingga 50%.

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa investasi Peer-to-Peer Lending perlahan namun pasti bisa membantu masyarakat untuk mengerti dasar fundamental untuk berinvestasi. Bila sudah terbiasa untuk berinvestasi berikutnya pilihan pada instrument investasi lainnya akan lebih mudah dilakukan, seperti obligasi, reksa dana, saham, dan lain-lain.

Mekanisme Peer-to-Peer Lending

Saat Anda sudah memutuskan untuk menanamkan modal Anda pada suatu pinjaman, perusahaan akan meminta deposit sejumlah dana sesuai nilai investasi pada akun Anda. Bila selama masa funding period pinjaman tersebut disetujui, maka dana dari beberapa investor akan diserahkan kepada peminjam dengan perantara perusahaan.

Tapi bila permohonan ditolak, modal akan dikembalikan ke rekening investor seluruhnya. Untuk menghindari resiko gagal bayar perusahaan melalui berbagai prosedur akan melakukan verifikasi data investor dengan credit scoring untuk menyeleksi pinjaman, melakukan pengawasan selama periode kredit, dan mengatur aliran dana antara peminjam dan pemilik modal.

Baca Juga:   5 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Paling Menguntungkan

Setelah dana diserahkan kepada peminjam, peran perusahaan berikutnya adalah memonitor kredit serta aktif melakukan penagihan demi memastikan bahwa pengembalian investasi dari peminjam dilaksanakan sesuai kesepakatan. Investor berhak memperoleh pengembalikan pokok pinjaman sekaligus bunga atau return investasi pada akhir waktu pinjaman yang ditransfer melalui akun investor.

Jenis-jenis Peer-to-Peer Lending

Di pasar sendiri tersedia beberapa jenis metode Peer-to-Peer Lending, yaitu, social financing, personal financing, dan invoice financing. Yang membedakan metode tersebut adalah model pembiayaannya. Pada invoice financing investor akan mendapatkan imbal hasil investasi dari pembiayaan piutang atau invoice.

Pada personal financing, imbal hasil investasi untuk pemilik modal diperoleh dari pembiayaan untuk tujuan pribadi, misalnya, biaya pendidikan, membayar utang, dan lain-lain, dengan sumber pendanaan dari pendapatan, asset yang dimiliki, liabilitas atau kartu kredit, dan sebagainya.

Keamanan Peer-to-Peer Lending

Jangan khawatir dengan keamanan investasi Peer-to-Peer Lending karena di sinilah perusahaan penyedia platform ini berperan. Pertama, perusahaan akan menyeleksi secara ketat setiap proposal pinjaman sesuai metode credit scoring yang terpercaya.

Kedua, investor hanya akan menemui calon-calon peminjam yang terpercaya pada marketplace dengan investasi yang terjamin kualitasnya. Dengan berbagai kebijakan dan prosedur yang diterapkan perusahaan akan menjamin keamanan transaksi.

Ketiga, tiap pinjaman yang disetujui akan dilegalkan dengan perjanjian yang mencantumkan syarat serta ketentuan pinjaman yang berkekuatan hukum. Untuk mengantisipasi terjadinya resiko gagal bayar, investor dapat memeriksa kualitas investasinya dengan turut menyeleksi calon peminjam.

Baca Juga:   Resiko Investasi Online Peer to Peer (P2P) Lending dan Cara Mengatasinya

Selain itu Anda juga dapat mencari informasi apakah pinjaman disertai agunan, seperti giro mundur atau asset tetap agar lebih aman, terakhir, pastikan investasi Anda hanya dilakukan pada peminjam yang berkualitas serta memiliki data financial yang meyakinkan.

Semoga bermanfaat!

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply