Jelang Rapat ECB, Euro Ditopang Rumor Stimulus Jerman

Bonus Welcome Deposit FBS

Hari ini (10/9), Euro diperdagangkan dalam kisaran lebih sempit dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Pasangan mata uang EUR/USD bertahan dalam kisaran 1.1044, sementara EUR/JPY sideways dekat 118.52. Pelaku pasar menantikan rapat kebijakan bank sentral Eropa (ECB) pekan ini dengan harap-harap cemas. Namun, posisi Euro untuk sementara disangga oleh kabar mengenai rencana pemerintah Jerman meluncurkan stimulus fiskal guna menanggulangi ancaman resesi ekonomi.

Euro Ditopang Rumor Stimulus Jerman

Kemarin, Reuters melaporkan bahwa Jerman sedang mempertimbangkan pembuatan sebuah “anggaran bayangan” agar pemerintah bisa meningkatkan investasi publik hingga melampaui batasan ambang utang nasional. Berita mengenai stimulus fiskal berdampak positif terhadap nilai tukar mata uang, karena menandakan akan dibukanya lebih banyak peluang bisnis bagi masyarakat.

“Salah satu bagian penting dari koalisi (pemerintah Jerman saat ini) adalah komitmen untuk menjaga anggaran tetap seimbang. Jika mereka menjauh dari itu, (maka) itu bisa sangat mendukung Euro dan sangat bearish bagi Dolar,” kata Bipan Rai dari CIBC Capital Markets, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Euro sempat melonjak hingga 1.1068 seusai rilis berita tersebut. Akan tetapi, posisinya langsung terkoreksi turun lagi karena pelaku pasar mengantisipasi peluncuran paket stimulus moneter tambahan dalam rapat kebijakan ECB pekan ini.

Baca Juga:   Pound Tergelincir Lebih Rendah Terhadap Dolar AS Yang Kuat

Pernyataan beberapa pejabat tinggi ECB sejak bulan Agustus membuat pelaku pasar memperkirakan mereka akan meluncurkan pelonggaran moneter masif, mencakup pemangkasan suku bunga dan program pembelian aset baru. Padahal, pelonggaran moneter cenderung berpengaruh buruk bagi nilai tukar mata uang, karena suku bunga yang lebih rendah akan membuat investor memindahkan dananya ke negara berbunga lebih tinggi.

“Posisi dasarnya adalah Euro negatif menjelang (rapat kebijakan) ECB,” kata Kenneth Broux, pimpinan riset korporat di Societe Generale.

Meskipun demikian, sejumlah analis memeringatkan bahwa Euro bisa jadi malah menguat setelah rilis kebijakan ECB, apabila pelaku pasar telanjur mengharapkan pelonggaran moneter yang terlalu besar. Dengan demikian, ketidakpastian masih mendominasi perdagangan Euro hingga beberapa hari ke depan dan pair-pair EUR kemungkinan akan terkekang dalam kisaran terbatas.

“Kami merasa pasar mengharapkan hasil yang agak terlalu dovish pekan ini, dan jika memang demikian, maka itu bisa berarti bahwa posisi Euro secara taktikal bisa berkinerja baik,” kata Rai.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply