Jelang Rilis Notulen FOMC, Dolar AS Dikatrol Ancaman Trump

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0.1 persen ke level 97.91 pada awal perdagangan sesi Asia hari ini (20/11), setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar yang dikhawatirkan memperburuk hubungan dagang dengan China. Pelaku pasar cenderung cari aman, tetapi masih tak terlalu banyak memicu pergolakan pasar karena banyak pihak menyoroti jadwal rilis notulen FOMC nanti malam.

Dolar AS Dikatrol Ancaman Trump

Dini hari tadi, Donald Trump menyinggung tentang kesepakatan dagang AS-China dalam rapat kabinet-nya. Ia mengatakan bahwa jika kesepakatan dengan China tak tercapai, maka ia akan meningkatkan lagi tarif impor yang dikenakan terhadap produk-produk asal Negeri Panda. Sikap Trump ini secara tak langsung menanggapi rumor yang beredar sehari sebelumnya tentang kecenderungan pejabat China untuk menunda kesepakatan dagang sembari memantau proses pemakzulan dan pilpres AS mendatang.

Situasi ini langsung memicu penurunan dalam pair AUD/USD dan USD/JPY, meskipun gejolak pasar hanya berlangsung sebentar. Semakin banyak pihak yang meragukan prospek tercapainya kesepakatan dagang dalam waktu dekat.

“Ini hari (perdagangan) yang agak anti-risiko,” kata analis forex dari Westpac, Imre Speizer, “Ada nada yang sedikit hati-hati dan pesan beragam dari negosiasi perang dagang.”

Baca Juga:   Dolar Kiwi Jatuh Ke Level Terendah Sejak September 2015

Sejak dimulainya perang dagang hampir dua tahun lalu, Amerika Serikat sudah menerapkan tarif impor terhadap sekitar USD500 Miliar produk asal China. China juga membalas dengan memasang tarif impor bagi USD110 Miliar produk asal AS. Ketegangan hubungan perdagangan kedua negara bukan hanya berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi domestik masing-masing kawasan, tetapi juga membebani sektor manufaktur dan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Sementara itu, pelaku pasar juga menyoroti jadwal rilis notulen rapat tim pembuat kebijakan moneter bank sentral AS (FOMC). Investor sedang mencari latar belakang keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya dalam rapat terakhir mereka.

“Secara khusus, (akan dicari) petunjuk tentang apakah (pemangkasan suku bunga) Oktober bersifat hawkish, dengan ambang batas tinggi untuk pelonggaran moneter berikutnya, atau bersifat dovish, dengan kecenderungan untuk melonggarkan lagi,” kata Vishnu Varathan dari Mizuho Bank Singapura.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply