Jerome Powell: The Fed Akan Terus Naikkan Suku Bunga

Bonus Welcome Deposit FBS

Jerome Powell, pimpinan Federal Reserve (The Fed) yang bertindak sebagai bank sentral di Amerika Serikat, menyatakan bahwa perekonomian masih menguat, sehingga kenaikan suku bunga secara bertahap dapat dilanjutkan. Pernyataan tersebut disampaikannya hari ini (24/Agustus) pada simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming.

Jerome Powell The Fed

Dalam simposium yang dihadiri oleh pejabat tinggi bank sentral dari berbagai negara ini, Powell mengekspresikan keyakinannya bahwa perekonomian AS terus menguat dan laju inflasi terkendali. Oleh karenanya, selama tak ada perubahan signifikan pada tren pertumbuhan ekonomi AS, maka rencana kenaikan suku bunga bertahap yang telah dirancang The Fed sejak Desember 2015, tidak akan mengalami perubahan.

Menurut Powell, bank sentral berfokus pada bagaimana caranya untuk mengendalikan pertumbuhan sambil berhati-hati agar jangan sampai menghalangi momentum. Dalam konteks ini, “Saya melihat jalur (kebijakan) saat ini dengan menaikkan suku bunga secara bertahap sebagai pendekatan (kami) dalam memperhitungkan kedua risiko dengan sungguh-sungguh.”

“Dengan solidnya keyakinan sektor bisnis dan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja yang sehat, meningkatnya pendapatan, dan dilancarkannya stimulus fiskal, maka ada alasan untuk mengekspektasikan performa bagus ini akan berlanjut,” lanjut Powell, “Sebagaimana diindikasikan oleh pernyataan FOMC (komite kebijakan moneter AS) terbaru, jika pertumbuhan gaji dan lapangan kerja yang kuat terus berlanjut, (maka) kenaikan Federal Funds Rate tahap berikutnya bisa dilaksanakan,”

Baca Juga:   Analisa Teknikal GBPJPY 2 Feb 2017 (Tekanan Trader)

Sebagaimana diketahui, para pejabat FOMC telah menyetujui kenaikan suku bunga gradual mulai bulan Desember 2015, setelah mengakhiri program Quantitative Easing pada tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut telah mendongkrak suku bunga AS dari nyaris nol ke kisaran 1.75-2 persen saat ini. FOMC sudah menaikkan suku bunga dua kali sejak awal tahun 2018, dan jika menilik pernyataan Powell kali ini, agaknya masih ada peluang untuk dilakukannya dua kali kenaikan lagi sebelum akhir tahun.

Dalam pidatonya, Powell tidak menyinggung sama sekali mengenai efek perang dagang AS-China terhadap perekonomian. Ia juga tak menanggapi kritisi Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini mengatakan tak setuju pada keputusan The Fed untuk terus menaikkan suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply