Kaplan Fed Menepis Spekulasi Suku Bunga, Dolar AS Menguat

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) melemah beruntun sejak awal pekan karena pelaku pasar khawatir Federal Reserve akan terpaksa memangkas suku bunga lagi tahun ini guna menanggulangi dampak wabah virus Corona. Akan tetapi, seorang pejabat tinggi Federal Reserve menepis spekulasi tersebut tadi malam. Sontak, posisi Greenback beranjak dari rekor terendah 98.88 kemarin menjadi 99.12 dalam perdagangan hari ini (26/2).

Dolar AS Menguat

Salah satu efek samping dari wabah virus Corona terhadap pasar keuangan global adalah menguatnya nilai aset-aset safe haven dan ambruknya bursa saham bersama aset berisiko lebih tinggi lain. Obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) ikut kebanjiran pembeli lantaran dianggap sebagai salah satu aset keuangan paling aman sedunia. Masalahnya, minat beli obligasi yang tinggi tersebut mengakibatkan yield anjlok.

Penurunan yield obligasi mendorong pelaku pasar khawatir kalau-kalau Federal Reserve selaku bank sentral AS akan dipaksa untuk memangkas suku bunga. Data Fed Funds Futures mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed lagi secepat bulan Juni mendatang. Inilah yang melatarbelakangi pelemahan Greenback sepanjang awal pekan. Situasi baru berbalik setelah Presiden Federal Reserve untuk kawasan Dallas, Robert Kaplan, menyampaikan pendapatnya pada hari Selasa malam.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 13/01/2019 - ASABRI SEBUT KONDISI OPERASIONALNYA BERJALAN NORMAL DAN BAIK

Menurut Kaplan, situasi wabah saat ini masih terus berkembang. Oleh karena itu, ia menilai terlalu prematur untuk menentukan apakah bank sentral akan perlu memangkas suku bunga jangka pendek.

“Terlalu dini untuk membuat penilaian tentang bagaimana (wabah virus Corona) itu akan berhubungan dengan kebijakan moneter,” katanya, sebagaimana dilansir oleh The Wall Street Journal. Lanjutnya, “Saya kira kita masih punya waktu beberapa minggu hingga bisa membuat penilaian (apakah pemangkasan suku bunga itu diperlukan).”

Sementara itu, data keyakinan konsumen Amerika Serikat mengalami pelemahan. CB Consumer Confidence hanya naik dari 130.4 menjadi 130.7 dalam hasil survei bulan Februari, padahal para ekonom mengharapkan peningkatan sampai 132.0. Data dikhawatirkan bakal memburuk dalam beberapa waktu ke depan, apabila kepanikan meluas di negeri Paman Sam. Pasalnya, US CDC tadi malam mengumumkan situasi darurat wabah virus Corona di Amerika Serikat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply