Kemerosotan Sterling Tertahan Optimisme Pasar Jelang Deadline 12 April

Bonus Welcome Deposit FBS

Trader terus-menerus meningkatkan pertaruhannya terhadap Poundsterling, meskipun ketidakpastian mengenai rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit) terus berlanjut. Menjelang deadline pada tanggal 12 April mendatang, penurunan Cable kembali tertahan sejengkal di atas level 1.3000. Saat berita ditulis pada awal sesi New York hari Senin ini (8/4), pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan pada kisaran 1.3050, meskipun Sterling cenderung melemah terhadap Euro dan Yen.

Kemerosotan Sterling Tertahan Oleh Optimisme Pasar

Sterling tercatat sebagai salah satu mata uang berkinerja terbaik diantara mata uang negara-negara G10 sejak awal tahun ini, walaupun Inggris dibelit krisis politik berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, Uni Eropa telah mengultimatum Inggris. Negeri yang beribukota di London itu harus memutuskan apakah akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun (No-Deal Brexit) pada tanggal 12 April, atau mengajukan pengunduran deadline jauh lebih lama lagi hingga menghindari tabrakan dengan jadwal pemilu Uni Eropa tahun ini.

Kabar terbaru yang beredar akhir pekan lalu menyebutkan bahwa PM Theresa May telah mengirimkan permohonan untuk menunda deadline hingga tanggal 30 Juni. Namun, permohonan itu ditanggapi dingin oleh sejumlah pejabat tinggi Uni Eropa yang mengharapkan Inggris menundanya hingga 1-2 tahun ke depan. Di tengah ketidakpastian ini, investor dan trader justru kian yakin kalau Inggris akan berhasil mendapatkan perpanjangan waktu lagi dari Uni Eropa.

Baca Juga:   Dolar Berdiri Tinggi Setelah Data AS Guling Taruhan Kenaikan Suku Bunga Fed

“Pasar menganggap sudah pasti mayoritas anggota parlemen Inggris akan mencoba mengulur brexit dan menghalanginya selama mungkin,” kata Stephen Gallo, pimpinan pakar strategi mata uang Eropa di BMO Capital Markets, kepada Bloomberg, “Kemungkinan terjadinya No-Deal Brexit pada hari Jumat (deadline 12 April -red) itu relatif rendah.”

Sebuah perdebatan dijadwalkan terjadi lagi di Parlemen Inggris malam ini. Kali ini, sebuah perundangan untuk mencegah terjadinya No-Deal Brexit pada tanggal 12 April, tengah diupayakan agar disahkan oleh House of Lords. Pelaku pasar mengekspektasikan kalau perundangan itu bakal diteken dengan lancar, setelah lolos dengan selisih satu suara di House of Commons pada hari Rabu. Namun, menurut Gallo, jika perundangan itu gagal disahkan, maka Sterling kemungkinan akan jatuh.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply