Kenaikan Core CPI Berpotensi Menopang Euro

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro terpantau memantapkan penguatan intraday sebesar 0.20 persen pada kisaran 1.1468 terhadap Dolar AS, setelah rilis data inflasi dan PMI Manufaktur. Euro juga tercatat bullish versus Poundsterling dan Yen. Pasangan mata uang EUR/GBP meningkat 0.55 persen ke level 0.8777, sementara EUR/JPY naik 0.24 persen ke level 124.92 saat berita ini ditulis pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat (2/1).

Kenaikan Core CPI Berpotensi Menopang Euro

Dalam laporan preliminer, Eurostat menyatakan bahwa Core Consumer Price Inflation (Core CPI) meningkat 1.1 persen (year-on-year) pada bulan Januari; lebih baik ketimbang pencapaian bulan Desember dan mengungguli ekspektasi awal yang dipatok pada 1.0 persen. Data CPI utama juga meningkat 1.4 persen (year-on-year); lebih rendah dari 1.6 persen pada periode sebelumnya, tetapi sesuai dari estimasi 1.4 persen.

Kenaikan ini dianggap cukup signifikan, karena basis data Core CPI hanya memperhitungkan harga-harga barang dan jasa di luar komponen volatile. Selain itu, ini merupakan angin segar bagi Euro yang kemarin dihantam oleh kabar bahwa Italia telah resmi mengalami resesi.

Baca Juga:   Mata Uang Kanada Menyentuh 4 Tahun Rendah

Menurut laporan preliminer yang dirilis Eurostat kemarin, GDP Zona Euro meningkat 1.2 persen (Year-on-Year) pada kuartal keempat tahun 2018. Dalam basis kuartalan, GDP menanjak 0.2 persen, sama dengan perkiraan awal maupun capaian periode sebelumnya. Namun, GDP Italia jatuh 0.2 persen pada kuartal IV/2018, setelah menurun 0.1 persen pada kuartal ketiga.

Angka GDP yang negatif selama dua kuartal beruntun merupakan indikasi resesi secara teknikal, walaupun laju GDP Tahunan masih bertumbuh tipis. Padahal, Italia merupakan negara ekonomi terbesar ketiga di Eropa. Lebih buruk lagi, gonjang-ganjing politik masih mempersulit perubahan kebijakan di negeri tersebut. Selain konflik masalah anggaran dengan Uni Eropa, pemerintah Italia juga bersikeras menetapkan anggaran belanja defisit yang dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko gagal bayar.

Situasi tersebut menempatkan Euro dalam kondisi rentan berbalik arah terhadap mata uang mayor lainnya. Namun demikian, pelaku pasar cenderung melakukan aksi beli atas EUR/USD menjelang rilis data Nonfarm Payroll (NFP) dari Amerika Serikat nanti malam. Estimasi awal NFP diproyeksikan menurun; tetapi jika angka aktual ternyata melampaui estimasi, maka EUR/USD bisa berbalik merosot drastis.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply