Kenaikan CPI Zona Euro Tak Ubah Proyeksi Kebijakan ECB

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD cenderung sideways dalam perdagangan hari ini (28/6) dan bertahan pada kisaran 1.1372 pada pertengahan sesi New York, meskipun data CPI Zona Euro dilaporkan mengungguli ekspektasi. Euro juga melemah lebih dari 0.2 persen ke 0.8954 versus Poundsterling. Kenaikan data CPI tersebut disinyalir tidak akan memengaruhi proyeksi kebijakan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang cenderung dovish, karena laju tahunannya tetap jauh dari target 2 persen.

Kenaikan CPI Zona Euro Tak Ubah Proyeksi Kebijakan ECB

Eurostat mengumumkan bahwa Consumer Price Index (CPI) stabil pada laju 1.2 persen (Year-on-Year) pada bulan Juni ini, sementara Core CPI naik pesat dari 0.8 persen menjadi 1.1 persen (Year-on-Year). Kenaikan CPI ini diperkirakan dilandasi oleh harga paket liburan dan akomodasi yang lebih tinggi di Jerman, serta peningkatan biaya transportasi di Prancis. Semua itu merupakan variabel-variabel yang kenaikannya dikhawatirkan tidak akan berkelanjutan dan malah bisa menurun pada bulan Juli.

“Kuartal pertama di perekonomian Zona Euro ditandai dengan penurunan data-data, sedangkan produki industri, penjualan ritel, dan data konstruksi bulanan melampaui ekspektasi. Kuartal dua sepertinya akan berkebalikan,” kata Claus Vistesen dari Pantheon Economics. Lanjutnya, “Data penting tumbang pada awal kuartal dua, dan kami kira akan terus sulit dalam beberapa bulan ke depan. Perkiraan dasar kami untuk pertumbuhan GDP kuartal dua hanya memproyeksikan peningkatan 0.1 hingga 0.2 persen Quarter-on-Quarter.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 24/06/2019 - IHSG BERAKHIR MELEMAH 26.97 POIN DILEVEL 6.288,47

Singkat kata, Euro saat ini menghadapi laju inflasi yang lesu dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Dalam situasi seperti itu, ECB tak memiliki jalan lain kecuali menggalakkan kembali kebijakan moneter longgar, baik dalam bentuk pemangkasan suku bunga tambahan maupun kebijakan non-bunga. Opsi yang lebih drastis berupa pembelian aset berharga atau Quantitative Easing (QE) juga tersedia.

“Dikarenakan keterbatasan penggunaan panduan kebijakan dan pemangkasan suku bunga, ECB kemungkinan terpaksa menggunakan perangkat kebijakan paling kuatnya: Quantitative Easing. Sekarang kami memperkirakan Draghi akan mengumumkan pada bulan Oktober bahwa ECB akan memulai kembali pembelian aset netto mereka, meski pembeliannya itu sendiri kemungkinan dimulai pada November,” kata Andrew Kenningham, pimpinan ekonom Eropa di Capital Economics.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply