Kenaikan Gaji Karyawan Dongkrak GBP/USD Dalam Kisaran Terbatas

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD menanjak sekitar 0.4 persen hingga mencetak level tertinggi harian pada 1.2728 dalam perdagangan hari Selasa ini (11/6). Laju kenaikan bulanan gaji karyawan mencatat prestasi terunggul dalam lebih dari satu dekade terakhir, sehingga menahan Sterling di atas ambang 1.2700. Namun, posisi Cable masih sideways dalam kisaran terbatas yang dihuni sejak akhir Mei, hanya sejengkal lebih tinggi dari level terendahnya tahun 2019 ini.

Kenaikan Gaji Karyawan Dongkrak GBPUSD Dalam Kisaran Terbatas

Menurut Kantor Statistik Inggris, Claimant Count Change bertambah sebanyak 23.2k dalam bulan Mei, sedikit lebih tinggi daripada estimasi awal yang dipatok pada 22.9k. Tingkat pengangguran April 2019 juga tak mengalami perubahan, tetapi 3.8 persen, sama dengan periode sebelumnya. Meski demikian, perusahaan-perusahaan Inggris terus menaikkan gaji dan bonus karyawan mereka.

Kenaikan gaji rata-rata dengan bonus (Average Earnings Index) meningkat 3.1 persen, versus ekspektasi 2.9 persen. Sementara itu, gaji rata-rata tanpa bonus (Average Earnings Ex. Bonus) melonjak 3.4 persen, mengalahkan estimasi yang hanya 3.1 persen. Meski data Gross Domestic Product (GDP) Inggris kuartal I/2019 dirilis agak mengecewakan pada hari Senin, tetapi kenaikan gaji pada awal kuartal kedua berhasil menumbuhkan optimisme kembali.

Baca Juga:   Berita Saham WSKT SENIN 12 Februari 2018

Sebagai salah satu indikator utama pendorong inflasi, kenaikan gaji karyawan Inggris ini pun direspons positif oleh pelaku pasar. Data tersebut sukses mengurangi tekanan terhadap Poundsterling yang dibelit oleh gonjang-ganjing politik sejak awal bulan Mei.

“Sterling meloncat ke atas USD1.27 dan menjadi satu-satunya mata uang dari negara G10 yang menghijau terhadap Dolar AS, setelah pertumbuhan gaji nominal untuk bulan April meroket 3.8 persen, kenaikan satu bulan tercepatnya sejak Mei 2008 (tanpa bonus),” kata Simon Harvey, analis forex dari Monex Europe.

Sekarang, pelaku pasar masih menyoroti bursa kandidat pengganti Theresa May yang akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya dan mengemban tugas menyelesaikan rencana brexit. Namun, ada harapan baru karena kenaikan gaji karyawan dan inflasi bisa mendorong bank sentral Inggris untuk menaikkan suku bunga lebih awal. Apalagi, salah satu pejabatnya, Michael Saunders, kemarin menyatakan bahwa mereka bisa menaikkan suku bunga meski masalah ketidakpastian brexit belum terselesaikan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply