Kenaikan Inflasi Jepang Gagal Dongkrak Yen Versus Dolar

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY konsisten menanjak hingga mencapai level 111.35 pada perdagangan hari Jumat ini (24/Agustus), belum banyak bergeser dari kisaran pergerakannya kemarin. Tadi pagi inflasi Jepang dilaporkan mengalami penguatan, tetapi kabar ini tak mampu mendorong penguatan Yen. Minat beli Dolar AS masih cukup tinggi di pasar karena masih kuatnya indikasi kenaikan suku bunga AS dan gagalnya negosiasi perdagangan AS-China. Pasangan GBP/JPY juga meningkat sebesar 0.42 persen ke 143.10, dan EUR/JPY meroket nyaris 0.50 persen ke 129.10.

Kenaikan Inflasi Jepang Gagal Dongkrak Yen

 

Inflasi Jepang Nyaris Capai 1 Persen

Biro Statistik Jepang mengumumkan bahwa inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) meningkat 0.3 persen (Month-over-Month) pada bulan Juli, terutama karena dorongan kenaikan harga barang kelompok makanan. Sejalan dengan itu, inflasi tahunan terdongkrak dari 0.7 persen pada periode sebelumnya, menjadi 0.9 persen; tertinggi dalam empat bulan terakhir. Tanda-tanda perbaikan ekonomi Jepang tersebut gagal mengatrol Yen di tengah konflik dagang AS-China dan antisipasi pasar akan kenaikan suku bunga AS.

Inflasi Jepang bulan Juli 2018

 

Baca Juga:   Dolar Tetap Lebih Tinggi Terhadap Mata Uang Utama Lainnya

AS Lebih Disoroti Pasar

Pertemuan dua hari antara delegasi AS dan China di Washington untuk membicarakan solusi guna menyelesaikan konflik perdagangan antara kedua pihak, berakhir tanpa kesepakatan tertentu. Nihilnya negosiasi tersebut berarti kedua negara akan melanjutkan penerapan bea impor setinggi 25 persen antara satu sama lain. Lebih buruk lagi, hingga saat ini belum ada jadwal negosiasi lanjutan.

Berikutnya, perhatian pelaku pasar akan menyoroti pidato pimpinan bank sentral AS, Jerome Powell, di Simposium Jackson Hole, yang bertema “Kebijakan Moneter di Tengah Perubahan Ekonomi”. Notulen FOMC yang dirilis kemarin telah menegaskan komitmen bank sentral untuk melanjutkan kenaikan suku bunga, dan bila hal itu disinggung lagi oleh Powell maka bisa menjadi pendorong reli bagi Dolar AS.

Di sisi lain, meskipun inflasi Jepang kali ini dilaporkan meningkat, tetapi bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) belum menunjukkan indikasi akan menaikkan suku bunga ataupun memangkas stimulus moneter sama sekali. Target inflasi bank sentral dipatok pada level 2 persen, sehingga masih jauh sekali dari jangkauan data saat ini dan bank sentral kemungkinan mempertahankan kebijakan hingga beberapa bulan ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply