Kesepakatan Dagang AS-China Makin Diragukan, Dolar AS Makin Kokoh

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS mengokohkan posisi umumnya di pasar forex pada pertengahan sesi Eropa hari ini (19/11), walaupun minat risiko pasar cenderung beragam. Keraguan terhadap prospek kesepakatan dagang AS-China semakin bercokol di benak trader dan investor, tetapi risiko dari event dalam kalender ekonomi pekan ini juga menjadi sorotan. Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis sekitar 0.05 persen ke kisaran 97.88, sedangkan USD/JPY naik 0.12 persen ke level 108.80 lagi dan AUD/USD menguat 0.12 persen ke level 0.6817.

Dolar AS Makin Kokoh

Laporan CNBC kemarin malam mengungkap rumor tentang meningkatnya pesimisme terhadap prospek kesepakatan dagang AS-China di kalangan pejabat tinggi Beijing. Pasalnya, mereka kecewa terhadap bantahan Presiden AS Donald Trump atas rencana pembatalan tarif impor.

Walaupun China masih melanjutkan perundingan dengan Washington, tetapi upaya untuk mencapai kesepakatan dagang kemungkinan ditunda hingga terungkapnya hasil proses impeachment terhadap Trump dan pemilu presiden AS mendatang. Beberapa pejabat menilai posisi Trump dalam beberapa bulan ke depan bisa jadi mengalami perubahan.

Sementara itu, Reuters mengabarkan bahwa perusahaan-perusahaan hedge fund global telah meningkatkan aksi jual mereka terhadap Dolar AS. Namun, sejumlah analis pasar menilai publikasi notulen rapat kebijakan Federal Reserve pekan ini berpotensi memicu rebound Greenback.

Baca Juga:   Emas Naik Karena Jatuhnya Saham, Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed Memberikan Dukungan Berlanjut

“Berita (tentang) perdagangan mendominasi sentimen pasar, tetapi dalam hal risiko peristiwa penting, rilis notulen Fed akan menjadi yang terbesar bagi partisipan pasar,” ujar Morten Lund, pakar strategi forex senior di Nordea Markets.

Dalam rapat kebijakan terakhirnya, Federal Reserve memutuskan untuk mensuspensi pemangkasan suku bunga bertahap yang telah dilancarkan beberapa kali dalam tahun ini. Keputusan itu dilandasi oleh pertimbangan bahwa posisi suku bunga sudah sesuai dengan kondisi ekonomi AS sekarang. Namun, sejumlah pelaku pasar mensinyalir The Fed akan mulai memangkas suku bunga acuannya lagi pada paruh pertama tahun depan.

Notulen rapat The Fed dapat menyediakan insight mengenai apakah bank sentral AS itu masih berminat untuk melonggarkan kebijakan moneternya sesuai dengan desakan Presiden AS Donald Trump, atau bersikeras mempertahankan level suku bunga saat ini. Apabila Fed mengisyaratkan moratorium pemangkasan suku bunga lagi, maka Dolar AS berpotensi menguat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply