Kesepakatan Dagang Kontradiktif Bikin Dolar Reli Tipis

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menanjak sedikit ke kisaran 97.96 pada perdagangan sesi Asia hari ini (22/11), melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak awal pekan. Greenback berhasil unggul versus sebagian besar mata uang mayor, terutama karena sinyal kontradiktif seputar kesepakatan dagang AS-China telah mendorong pelaku pasar untuk cari aman di aset-aset safe haven. Namun, perubahan relatif minim karena dampak beragam berita seputar isu ini mulai memudar di tengah ketidakpastian.

Kesepakatan Dagang Kontradiktif Bikin Dolar Reli Tipis

Bulan lalu, investor dan trader telanjur memperhitungkan kemungkinan gencatan perang dagang melalui kesepakatan dagang fase-1 yang diharapkan ditandatangani pada KTT APEC di Santiago, Chili, pada pertengahan November. Namun, KTT APEC tersebut ternyata dibatalkan gara-gara kerusuhan internal Chili. Hingga saat ini, AS dan China belum menentukan lokasi alternatif maupun jadwal pertemuan baru untuk Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Rumor terbaru yang muncul justru kian memupus ekspektasi pasar.

Ray Attrill dari National Australia Bank mengatakan kepada Reuters bahwa topik perdagangan merupakan isu terbesar saat ini. Namun, pasar sudah lelah menyaksikan headline yang simpang siur, sehingga reaksi volatilitas pasar terhadap informasi-informasi baru pun terbatas.

Baca Juga:   Saham TRIM SENIN 02/04/2018 ( Berita Saham )

“Dengan rentetan konstan berita yang nampaknya kontradiktif, pasar telah menyerah untuk memprediksi berita selanjutnya,” kata Attrill, “Kita baru akan trading setelah kita tahu apa yang (sebenarnya) terjadi.”

Ke depan, pelaku pasar akan memantau beragam laporan ekonomi dari berbagai negara untuk mengukur seberapa jauh dampak perang dagang AS-China yang berkepanjangan ini. Beberapa data penting antara lain Purchasing Manager Index (PMI) untuk sektor manufaktur di Jerman, Zona Euro, Inggris, dan AS. Para pemimpin bank sentral utama telah mengisyaratkan keengganan untuk melakukan perubahan suku bunga menjelang akhir tahun, tetapi hasil penelaahan data-data itu juga dapat memengaruhi proyeksi suku bunga tahun depan.

“Narasi saat ini adalah perlambatan global berlangsung hingga akhir tahun,” kata Michael McCarthy, pimpinan analis pasar di CMC Markets Sydney, “Jadi potensi nyata hadir jika kita kita menyaksikan kejutan yang lebih baik dari ekspektasi… itu bisa berdampak langsung terhadap Euro-Dolar AS.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply