Keterpurukan Wall Street Picu Aksi Jual Dolar

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS merosot versus mata uang-mata uang mayor lainnya dalam perdagangan sesi Asia dan Eropa hari Kamis ini (11/Oktober), menyusul kejatuhan saham-saham Wall Street. Indeks Dolar AS (DXY) yang menjadi barometer kekuatan mata uang terbesar di dunia ini anjlok 0.33 persen ke level 95.15.

Keterpurukan Wall Street Picu Aksi Jual Dolar

Rilis laporan Producer Price Index (PPI) sesuai ekspektasi pada hari Rabu telah memicu kekhawatiran mengenai dampak kenaikan suku bunga AS terhadap sektor riil. Pasalnya, kenaikan inflasi memberikan alasan bagi bank sentral AS (Federal Reserve) untuk mendongkrak suku bunga secara lebih agresif. Padahal, kenaikan suku bunga acuan bakal melahirkan biaya bunga pinjaman lebih besar bagi korporasi besar maupun kecil di AS.

Setelah rilis data tersebut, yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahunan mencapai level tertinggi tujuh setengah tahun, lantaran ekspektasi kenaikan suku bunga tadi. Namun, pasar modal bergerak ke arah yang berkebalikan.

Indeks Dow Jones langsung anjlok lebih dari 831 poin, atau sekitar 3.15 persen, dan ditutup pada level 25598.7. Indeks NASDAQ dan S&P500 ikut merosot pula dengan besaran masing-masing -4.06 persen dan -3.29 persen. Pasar modal Asia dan Eropa ikut bersimbah darah mengikuti aksi penghindaran risiko yang merebak. Tadi siang, NIKKEI 225 ditutup pada posisi -3.89 persen di 22590.9. Menjelang penutupan sesi Eropa hari ini, DAX juga sudah mencatat -1.63 persen di 1522.31.

Baca Juga:   Dolar Sedikit Berubah, Menjelang Rilis Nonfarm Payrolls AS

Kejatuhan saham-saham Wall Street bahkan mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mengkritisi bank sentralnya. Ia menyebut Federal Reserve “gila” karena masih saja merencakan kenaikan suku bunga bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Krisis pada Dolar AS ini ditanggapi positif oleh mata uang-mata uang mayor lainnya. Pasangan EUR/USD telah meningkat 0.46 persen ke level 1.1570, GBP/USD menanjak 0.11 persen ke 1.3207, dan AUD/USD rebound 0.62 persen ke 0.7095. Di sisi lain, USD/JPY tertekan dekat level terendah satu bulan pada kisaran 112.23, dan USD/CHF menurun 0.26 persen ke 0.9876. Secara khusus, Yen menguat pesat pekan ini, setelah International Monetary Fund (IMF) memperingatkan besarnya bahaya perang dagang bagi pertumbuhan ekonomi AS, Tiongkok, Zona Euro, dan Inggris; tetapi menaikkan proyeksi pertumbuhan Jepang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply