Kinerja Sektor Perumahan Solid, Dolar AS Meroket

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) meroket sekitar 0.15 persen ke atas ambang 97.70 pada awal sesi New York hari ini (16/5), setelah publikasi serangkaian data ekonomi Amerika Serikat sukses melampaui ekspektasi. Greenback juga berhasil unggul versus semua mata uang mayor. Saat berita ditulis, EUR/USD telah menurun 0.14 persen ke level 1.1186, AUD/USD terperosok makin dalam ke level 0.6905, sementara USD/JPY terkatrol 0.24 persen ke level 109.87.

Dolar AS Meroket Karena Kinerja Perumahan Solid

Biro Sensus AS melaporkan bahwa Building Permits meningkat dari 1.288 juta menjadi 1.296 juta dalam bulan April 2019, lebih tinggi dari ekspektasi awal yang hanya 1.290 juta. Jumlah Housing Starts juga melonjak dari 1.168 juta unit menjadi 1.235 juta unit, mengalahkan perkiraan awal yang dipatok pada 1.205 juta. Solidnya data-data sektor perumahan ini memupuskan kekhawatiran pasar mengenai minat belanja konsumen AS yang sempat goyah pasca rilis data penjualan ritel kemarin.

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan akhirnya berhasil menghijau setelah meleset dari ekspektasi selama beberapa pekan terakhir. Jumlah klaim minggu lalu berkurang dari 228k menjadi 212k, meskipun awalnya diperkirakan hanya akan berkurang sampai 220k.

Baca Juga:   Kemajuan Dollar Setelah Kesaksian Bernanke

Indeks manufaktur untuk kawasan Philadelphia (Philadelphia Fed Manufacturing Index) pun tergandakan dari 8.5 menjadi 16.6 untuk periode Mei. Angka tersebut lebih menggembirakan ketimbang ekspekstasi yang hanya sebesar 10.0. Apalagi, kenaikan didukung oleh sebagian besar komponen yang disurvei, termasuk kondisi bisnis, ketenagakerjaan, dan harga. Dari lima aspek yang dicakup, hanya aspek CAPEX dan pesanan baru yang mengalami penurunan.

Berbagai prestasi dalam angka ini akhirnya memudarkan sedikit kekhawatiran pasar mengenai ancaman efek perang dagang terhadap perekonomian Amerika Serikat. Meski demikian, konflik perdagangan global masih terus berlanjut. Meski ada rumor kalau AS akan menunda penerapan tarif impor otomotif yang bakal memicu konflik dengan Uni Eropa dan Jepang, tetapi perang dagang antara AS dan China masih menjadi sorotan pasar.

Pada hari Rabu malam, Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional atas ancaman bagi sektor teknologi AS. Atas dasar deklarasi itu, Trump diperkirakan bakal memblokir ekspansi Huawei, perusahaan teknologi terbesar China. Apabila pemblokiran Huawei benar-benar dilaksanakan, China kemungkinan akan mengambil tindakan pula untuk membalas langkah tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply