Klaim Pengangguran AS Lampaui 3 Juta, Kurs Dolar Jeblok

Afiliasi IB XM Broker

Sejak awal pekan ini, para pakar telah mewanti-wanti kemungkinan meningkatnya jumlah pengangguran di Amerika Serikat secara drastis sehubungan dengan efek epidemi virus Corona (COVID-19). Peringatan tersebut terkonfirmasi dalam rilis data Initial Jobless Claims malam ini (26/Maret) yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. Akibatnya, Greenback merosot semakin tajam. Sekitar dua jam setelah data dirilis, indeks Dolar AS (DXY) telah mencetak penurunan harian 1 persen ke level 99.87.

Klaim Pengangguran AS Lampaui 3 Juta Dolar AS Jeblok

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim pengangguran meroket dari 282,000 menjadi 3,283,000 dalam periode sepekan yang berakhir pada tanggal 21 Maret 2020. Padahal, pelaku pasar sebelumnya hanya memperkirakan lonjakan klaim pengangguran hingga 1.7 juta saja. Secara langsung, data kali ini mencetak rekor klaim pengangguran mingguan tertinggi dalam sejarah Amerika Serikat, mengungguli rekor 695,000 yang sempat tercatat pada tahun 1982.

“Ada kabar bahwa situs web dan sistem telepon negara bagian kesulitan untuk menangani volume aplikasi (klaim pengangguran), menyiratkan bahwa angka hari ini sebenarnya belum mencakup semua jumlah orang yang kehilangan pekerjaan mereka, dan menandakan bahwa kita akan menyaksikan angka klaim besar lebih lanjut dalam pekan-pekan ke depan,” kata Andrew Grantham dari CIBC Capital.

Baca Juga:   USD/CHF Longsor, Muncul Rumor Perubahan Kebijakan SNB

Lanjutnya, “Klaim mingguan akan tetap tinggi dalam jangka pendek karena area yang lebih luas dalam perekonomian AS menghadapi penutupan, semakin banyak perusahaan yang memecat staf dan semakin banyak klaim diproses, walaupun paket dukungan fiskal yang diumumkan awal pekan ini harapannya dapat membantu melunakkan pukulan ini.”

Berdasarkan data, negara bagian Pennsylvania mencatat jumlah klaim terbesar sebanyak 378.9K, disusul oleh Ohio 187K, Illinois 114.7K, Kalifornia 186.8K dan New York 80.3K. Estimasi awal hanya mensinyalir kenaikan drastis di negara bagian New York dan Kalifornia yang terdampak epidemi paling buruk. Dengan kata lain, bukan hanya angka-nya yang mengejutkan, melainkan juga cakupan dampak ekonomi yang jauh lebih buruk di lebih banyak wilayah AS.

“Bahkan dengan pengetahuan bahwa puluhan ribu bisnis ditutup dalam merespons kebijakan membendung COVID-19, lonjakan 3.3 juta klaim mingguan masih sangat mengejutkan. Perlu diingat, dikarenakan macetnya jalur telepon dan ambruknya situs web pemerintah, angka ini lebih kecil dari biaya ekonomi krisis sejauh ini,” kata James Knightley dari ING Bank, “Semakin lama krisis berlangsung, semakin mungkin bisnis berkualitas bagus akan jatuh dan pengangguran akan naik lebih tinggi – inilah pentingnya persetujuan dalam paket fiskal yang dapat menyediakan support bagi industri kunci dan usaha kecil.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply