Komentar Trump Mengikis Keyakinan Atas Poundsterling

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot 0.35 persen ke level 1.2764 terhadap Dolar AS, setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar menghebohkan yang makin mengikis keyakinan pasar pada proposal kesepakatan Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May. Pounds juga melemah dasrtis terhadap Euro dan Yen; EUR/GBP diperdagangkan naik 0.40 persen ke level 0.8873, sementara GBP/JPY anjlok 0.30 persen ke level 144.98 pada awal sesi New York hari Selasa ini (27/November).

Komentar Trump Mengikis Keyakinan Atas Poundsterling

Sebagaimana dikutip oleh Wall Street Journal, Trump mengatakan pada sekelompok wartawan di ddepan Gedung Putih bahwa kesepakatan yang dicapai antara PM May dan 27 pemimpin Uni Eropa lainnya pada akhir pekan lalu itu “kedengarannya seperti kesepakatan yang bagus sekali bagi Uni Eropa.”

“Saya kira kita harus memeriksa, dengan serius, apakah Inggris diperbolehkan atau tidak untuk (membuat perjanjian) perdagangan (dengan negara lain tanpa persetujuan Uni Eropa). Karena, Anda tahu, saat ini, jika Anda lihat kesepakatan itu, mereka mungkin tak bisa (membuat perjanjian) berdagang dengan kita…Saya kira Perdana Menteri tak menginginkan itu. Dan, semoga saja, ia akan bisa melakukan sesuatu tentang itu,” lanjut Trump.

Baca Juga:   Dolar Stabil Karena Investor Memicu Ketegangan Perdagangan, Mid-Terms

Komentator di media mengungkapkan bahwa komentar Trump tersebut kemungkinan memperlemah posisi tawar PM May dalam upayanya untuk mendapatkan persetujuan parlemen Inggris bagi proposal kesepakatan tersebut.

Menanggapi komentar Trump, Kantor Perdana Menteri Inggris telah menyampaikan pernyataan, “kami telah setuju dengan Uni Eropa secara jelas bahwa kami akan memiliki kebijakan perdagangan independen, sehingga Inggris dapat menandatangani kesepakatan dagang dengan negara-negara di seluruh dunia, termasuk dengan AS.”

Kemampuan Inggris untuk meraih kesepakatan dagang sendiri secara independen, terpisah dari Uni Eropa, merupakan poin paling krusial dalam kesepakatan Brexit, dan PM May telah mengatakan pada parlemen bahwa proposalnya memperbolehkan Inggris melakukan itu. Meski demikian, pihak oposisi khawatir kalau proposal kesepakatan yang diusungnya itu mengandung terlalu banyak klausa yang memungkinkan Uni Eropa untuk terus mengendalikan kebijakan pabean Inggris. Nampaknya, Trump memiliki pendapat yang sama juga.

Dalam konteks ini, komentar Trump makin mempersulit jalan yang harus ditempuh PM May. Padahal, jika proposal ini gagal disetujui oleh Parlemen Inggris, maka terbuka pula kemungkinan “No-Deal Brexit” pada Maret 2019. Hingga kini, hal itu masih menjadi ancaman utama atas Sterling, dan mata uang ini bisa merosot makin dalam sebagai konsekuensi dari besarnya ketidakpastian.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply