Konflik AS-China di APEC Seret Yuan dan Comdoll

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CNY naik tipis 0.08 persen ke level 6.9424, setelah Wakil Presiden AS Mike Pence dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan bersilat lidah dalam pertemuan tingkat tinggi APEC di akhir pekan. Kekhawatiran pelaku pasar mengenai eskalasi konflik perdagangan dan efek buruknya bagi pertumbuhan ekonomi dunia, turut menghantam mata uang-mata uang komoditas. Pasangan AUD/USD melorot 0.37 persen ke level 0.7304, NZD/USD anjlok 0.60 persen ke 0.6835, sementara USD/CAD naik 0.13 persen ke level 1.3165.

Konflik AS China di APEC

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para pemimpin negara yang tergabung dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) gagal mencapai kesepakatan mengenai komunike tertentu yang akan disampaikan pada akhir pertemuan tingkat tinggi tersebut. Perdana Menteri Papua New Guinea, Peter O’Neill, yang menjadi pemimpin rapat, mengatakan, anggota APEC yang tak bisa mencapai sepakat adalah “dua raksasa dalam ruangan” (merujuk pada Amerika Serikat dan China).

O’Neill mengungkapkan bahwa Beijing dan Washington tak bisa sepakat mengenai apakah “World Trade Organisation (WTO) dan reformasi WTO” harus masuk dalam komunike yang sedianya akan menjadi deklarasi bersama para pemimpin APEC atau tidak. Selain itu, media juga mengabarkan silang pendapat antara Presiden China Xi Jinping dengan Wapres AS Mike Pence yang menghadiri event sebagai perwakilan Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga:   AUD / USD Bergerak Lebih Rendah Namun Kerugian Terlihat Terbatas

Sebelum acara, Mike Pence melontarkan peringatan pada negara-negara kecil agar tak tergoda oleh tawaran pembiayaan konstruksi dan pembangunan yang diberikan China. Setelah itu, dalam sebuah pidato di hadapan para pemimpin bisnis yang disampaikannya sebelum Pence, Xi menekankan bahwa inisiatif pembiayaan pembangunan infrastruktur (Belt and Road Initiatives) yang ditawarkannya pada berbagai negara miskin bukanlah “jebakan” dan tak mengandung “agenda tersembunyi”.
Sebaliknya, Xi balas mengkritik kebijakan proteksionisme AS yang ditegakkan dengan asas “American First”. Ia menyatakan bahwa itu adalah pendekatan yang picik dan pasti bakal gagal.

Sehari kemudian, Pence mengatakan pada reporter, “Saya telah berbicara dua kali dengan Presiden Xi sepanjang konferensi ini. Kami berbincang secara blak-blakan”. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa AS masih tertarik untuk memperbaiki hubungan dengan China, tetapi “harus ada perubahan” dalam kebijakan perdagangan Beijing.

Serangkaian drama di pertemuan tingkat tinggi APEC ini membuat pelaku pasar mewanti-wanti perkembangan selanjutnya dalam konflik perdagangan antara AS dan China. Sebuah kesepakatan yang sebelumnya diharapkan dapat tercapai antara Trump dan Xi dalam waktu dekat, kini tak lagi diekspektasikan oleh investor dan trader.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply