Kurs Rupiah Anjlok Lagi Meski Neraca Dagang Surplus

Bonus Welcome Deposit FBS

Kurs Rupiah melemah lagi terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari Senin ini (15/Oktober), walaupun data Neraca Perdagangan terhitung cemerlang. Referensi resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melandai dari Rp15,194 menjadi Rp15,246. Sementara itu, kurs USD/IDR di pasar mata uang spot meningkat 0.13 persen ke Rp15,220, kembali ke kisaran terburuk sejak era krisis tahun 1997/1998.

Kurs Rupiah Anjlok Lagi Meski Neraca Dagang Surplus

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Neraca Perdagangan Indonesia bulan September 2018 mengalami peningkatan surplus sebesar 0.23 Miliar, setelah mencatat defisit 1.02 Miliar pada periode sebelumnya. Pencapaian ini lebih baik ketimbang estimasi awal yang memperkirakan akan terjadi defisit lagi sebesar 0.50 Miliar, tetapi tak menampilkan perbaikan signifikan yang dibutuhkan untuk mendongkrak daya tahan ekonomi Indonesia maupun nilai tukar mata uang bersimbol Garuda.

Selain itu, laporan BPS yang sama memuat pula perlambatan pertumbuhan ekspor dan impor. Impor hanya mengalami pertumbuhan 14.18 persen (year-on-year), alih-alih 24.76 persen sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Hal itu sebenarnya kabar baik, tetapi sayangnya disertai dengan perlambatan ekspor. Ekspor Indonesia juga hanya mengalami pertumbuahn 1.70 persen, jauh di bawah estimasi 7.58 persen maupun pencapaian 4.15 persen pada periode Agustus.

Baca Juga:   Pounds Terancam Karena Goyahnya Posisi PM May

Data-data ini memberikan gambaran kondisi ekonomi domestik yang kurang baik dan belum mampu menjadi katalis bagi penguatan kurs Rupiah. Di sisi lain, bank sentral AS diproyeksikan masih akan konsisten menaikkan suku bunganya; hal mana telah mendorong pelarian dana-dana hot money dari negara-negara berkembang.

Berbagai upaya telah digalakkan oleh berbagai pihak untuk menanggulangi pelemahan nilai tukar Rupiah. Dilihat dari data Neraca Perdagangan ini, agaknya usaha pemerintah untuk memangkas impor cukup berhasil. Namun, peningkatan ekspor masih menghadapi kendala.

Sementara itu, para pengusaha dan konglomerat Indonesia yang dihimbau untuk merepatriasi dana-dana mereka di luar negeri dan menukar simpanan Dolar dengan Rupiah juga telah mulai bertindak. Hari ini ramai dikabarkan bahwa konglomerat Tahir telah menukarkan dana sebesar USD93 Juta dan SGD55 Juta ke Rupiah dengan total tunai Rp2 Triliun. Selain dimaksudkan untuk turut menyangga kurs Rupiah, dana tersebut rencananya akan digunakan untuk berpartisipasi dalam Rights Issue Bank Mayapada miliknya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply