Kurs Rupiah Jatuh Bangun Di Sekitar 14,700-14,900

Bonus Welcome Deposit FBS

Kurs referensi resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat dari Rp14,895 menjadi Rp14,755 pada perdagangan hari Rabu ini (14/November), kembali mendekati kisaran kurs pada awal pekan di Rp14,747. Dilihat pada platform perdagangan spot mata uang, kurs USD/IDR nampak jatuh bangun diantara level Rp14,700 hingga Rp14,900 dalam tiga hari terakhir, meskipun sempat menguat hingga mendekati Rp14,500 pada pekan lalu.

Kurs Rupiah Jatuh Bangun

Sebagaimana dikutip oleh CNBC, Bank Indonesia pada hari Selasa mengungkapkan bahwa penguatan Rupiah penguatan rupiah terjadi setelah bursa saham dibuka menguat di Eropa lantaran indikasi adanya kemajuan positif dalam negosiasi Brexit. Selain itu, China dan Amerika Serikat menunjukkan itikad baik untuk melanjutkan diskusi dalam rangka menyelesaikan permasalahan sengketa dagang kedua negara.

Dari dalam negeri, kurs Rupiah juga masih ditopang oleh perilisan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, “Di dalam negeri, rupiah menguat mengikuti kurs DNDF yang turun, setelah BI mengumumkan membuka lelang DNDF dengan target lelang USD 100 juta.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 05/10/2018 - PEKERJA MILENIAL BRI JUARAI KOMPETISI INKLUSI KEUANGAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut terimbas oleh kabar positif mengenai kurs Rupiah tersebut. IHSG tercatat menguat 0.40 persen lagi ke level 5,858.29 hari ini, setelah naik tipis ke level 5,835.20 pada perdagangan hari Selasa.

Dari sembilan sektor saham di Bursa Efek Indonesia, sebanyak empat sektor memerah, sedangkan lima sektor lainnya mengalami peningkatan. Penurunan diderita oleh sektor Agri (-2.26 persen), Infrastruktur (-1.69 persen), Property (-0.87 persen), dan Mining (-0.22 persen). Sementara itu, kenaikan terbesar diperoleh oleh sektor Industri Dasar (+3.64 persen), disusul oleh Aneka Industri (+1.74 persen) dan Barang Konsumsi (+0.91 persen).

Sepanjang sisa pekan ini, pergerakan kurs Rupiah terhadap Dolar AS bisa terus volatile, dikarenakan paduan berbagai faktor eksternal dan internal. Laporan Neraca Perdagangan Indonesia bulan Oktober bakal dirilis besok pukul 11:00 WIB, dan diperkirakan akan mencatat defisit sebesar 0.17 Miliar, setelah memperoleh surplus 0.23 miliar di periode sebelumnya. Bank Indonesia juga akan mengumumkan keputusan suku bunga pada pukul 14:00 WIB, walaupun pelaku pasar mengekspektasikan suku bunga akan tetap dipertahankan pada 5.75 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply