Kurs Rupiah Melemah Pasca Pengumuman Hasil Pemilu 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi resmi nilai tukar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat dari Rp14,478 menjadi Rp14,462 dalam perdagangan hari ini (21/5). Namun, kurs Rupiah sejatinya melemah. Posisi kurs USD/IDR dalam perdagangan spot mata uang tercatat melonjak 0.17 persen ke level Rp14,475, tertinggi sejak 31 Desember 2018, hanya beberapa saat setelah pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kurs Rupiah Melemah Pasca Pengumuman Hasil Pemilu 2019

Situasi yang dihadapi oleh kurs Rupiah saat ini tak jauh berbeda dengan mata uang negara berkembang lainnya. Konflik perdagangan antara AS dan China telah menggerogoti ekspektasi pertumbuhan global, sehingga mata uang-mata uang ini cenderung terdepresiasi. Investor memilih untuk menanamkan dana mereka di negara-negara maju yang jauh dari risiko, sehingga memicu arus dana ke luar negeri yang cukup tinggi.

Eskalasi konflik AS-China baru-baru ini memperparah situasi. Pemerintah AS telah memasukkan Huawei Technologies, perusahaan telko kawakan asal China, ke dalam daftar hitam. Kabar itu mulanya tak berdampak besar. Namun, pasar mulai memahami besarnya skala dampak setelah Google menyatakan penghentian semua layanan software dan hardware bagi perangkat buatan Huawei. Layanan bagi perangkat lama masih dilanjutkan, tetapi perangkat baru tak diperbolehkan menggunakannya. Kabar tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar.

Baca Juga:   Tepi USD / CAD Yang Lebih Tinggi Pada Awal Perdagangan

Di sisi lain, kurs Rupiah juga minim dukungan dari dalam negeri. Setelah rilis salah satu data neraca perdagangan terburuk sepanjang sejarah pada pekan lalu, Rupiah awalnya digadang-gadang akan menguat jika Presiden Joko Widodo diumumkan kembali memenangkan pemilu presiden 2019. Namun, realita ternyata meleset dari ekspektasi.

Seusai pengumuman KPU mengenai kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam pemilu presiden 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seketika melonjak. Pada akhir perdagangan sesi dua, IHSG ditutup dengan posisi naik 0.75 persen di level 5,951.37. Semua sektor saham di Bursa Efek Indonesia kompak mencetak kenaikan. Namun, kenaikan tersebut hampir seluruhnya didorong oleh kelegaan investor domestik yang berlawanan dengan sepinya respons investor asing. Aksi jual asing masih terus berlanjut dengan rekor Foreign Net Sell sebesar Rp643,13 miliar dalam perdagangan bursa hari ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply